Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Suluh

Sebaran Corona Semakin Tinggi, Jangan Buat Kebijakan Yang Nanggung Lagi

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 20:08 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Sudah hampir setahun rakyat Indonesia dihantui ancaman virus corona. Grafik sebarannya belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Sebaliknya terus merangkak menembus angka lebih dari 1,1 juta.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per Rabu (3/2), jumlah pasien positif tambahan hari ini ada sebanyak 11.984 orang. Ahasil, totalnya menjadi 1.111.671 orang sudah terinfeksi di Indonesia.

Sementara, angka total kasus sembuh hari ini tercatat sudah menembus angka 905.665 orang atau 81,5 persen dari total kasus positif. Hari ini, Satgas Covid-19 mencatat tambahan kasus sembuh sebanyak 9.135 orang.


Adapun untuk tambahan pasien meninggal hari ini naik sebanyak 189 orang. Secara akumulasi, jumlahnya kini sudah mencapai 30.770 orang.

Sementara, jika total kasus positif dikurangi total kasus sembuh dan total kasus meninggal, maka angka kasus positif aktif ada sebanyak 175.236 orang, atau ada tambahan sebanyak 2.660 orang jika dikurangi dengan total kasus aktif kemarin yang sebanyak 172.576 orang.

Di satu sisi ekonomi Indonesia juga tidak memperlihatkan tanda perbaikan. Setidaknya keluhan Presiden Joko Widodo tentang ketidakefektifan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Keluh Jokowi, selain corona gagal ditekan, ekonomi juga mendem.

PPKM sendiri merupakan bentuk yang lebih soft dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai diterapkan di awal corona menyerang. PSBB kemudian berganti dengan PSBB transisi yang seolah memberi harapan bagi masyarakat bahwa corona segera berakhir.

Bahkan harapan semakin tinggi tatkala publik diminta bersiap untuk gelombang kedua.

Kini penerapan PSBB, PSBB Transisi, hingga PPKM sudah dilakukan. Sementara gelombang pertama tak kunjung berakhir dan virus varian baru sudah mulai mengancam.

Semakin ironi lantaran kondisi ekonomi masyarakat terdampak kian memprihatinkan. Apalagi dana bantuan sosial yang diperuntukkan sebagai penolong rakyat miskin dikorupsi oleh sang menteri.

Laju ekonomi yang selalu didengungkan akan bangkit di tahun 2021 juga belum tampak terlihat. Utang masih terus meningkat, tapi masyarakat kunjung terangkat.

Semua ini harus jadi pelajaran berharga bagi Presiden Jokowi. Bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah harus tegas.

Sejumlah ahli sudah memberi saran kepada pemerintah untuk menyelesaikan akar dari masalah ini, yaitu soal kesehatan. Kebijakan tegas dan terukur perlu dilakukan demi memberi kepastian ke publik.

Sebagai saran, pemerintah bisa memilih opsi lockdown dua bulan untuk menekan sebaran corona. Jika dalam dua bulan semua di-lockdown ketat, dengan hanya membolehkan pelayan kesehatan dan unsur-unsur lain pembantu penanganan corona yang bisa beraktivitas, niscaya sebaran corona tidak akan semasif saat ini.

Di satu sisi, pemerintah harus bisa memastikan bahwa pasokan makanan rakyat tercukupi selama lockdown. Sistem distribusi bantuan tidak boleh lagi dimanfaatkan oknum-oknum yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.

Tidak kalah penting, pemerintah harus bisa menjamin bahwa setelah 2 bulan berjalan, rakyat bisa kembali beraktivitas mendekati normal. Apalagi jika selama dua bulan itu, pemerintah menggalakkan vaksinasi dengan lebih masif.

Jadi jangan lagi buat kebijakan nanggung. Seolah-olah ingin mengatasi dua krisis sekaligus. Padahal menyelesaikan satu krisis tersebut bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya