Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Tanee Sangrat/Net

Dunia

Siaga Lonjakan Migran Imbas Kudeta Myanmar, Pasukan Angkatan Darat Thailand Bersiaga Di Perbatasan

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kudeta militer yang terjadi di Myanmar dikhawatikan mengirim gelombang buruk terhadap negara di dekatnya, Thailand. Setelah ratusan pekerja imigran melakukan aksi protes di depan kedutaan Myanmar di Bangkok, aparat Thailand bersiaga untuk mengamankan perbatasan mereka.

Perbatasan Myanmar-Thailand selama ini rentan terhadap masuknya pekerja Burma (Myanmar) secara ilegal. Peristiwa Kudeta dikhawatirkan akan menciptakan lonjakan migran ilegal.

Pada Senin (1/2) dini hari, Militer Burma menangkap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi lainnya. Militer merebut kekuasaan di Myanmar setelah menyuarakan keprihatinan tentang legitimasi pemilihan umum baru-baru ini yang dianggap curang, di mana Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang telak.


Perebutan kekuasaan itu merupakan puncak dari ketegangan yang berlarut-larut.

Komandan Angkatan Darat Thailand, Apichet Suesat, berusaha meredakan kekhawatirkan warganya dengan mengatakan bahwa kudeta militer di Myanmar tidak akan berdampak pada lonjakan migran. Jajarannya akan terus menjaga perbatasan antara Thailand dan Myanmar dan siapa pun yang mencoba memasuki Kerajaan secara ilegal akan ditangkap.

“Kami terus memantau situasi. Orang-orang Burma sendiri mungkin tidak terpengaruh, tetapi saya mengatakan kepada tentara untuk meningkatkan inspeksi di perbatasan jika ada politisi atau VIP Burma masuk ke negara itu untuk bersembunyi," kata Apichet.

Bangkok Post melaporkan, Apichet mengklaim bahwa kelompok etnis minoritas di daerah perbatasan negara tetangga kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh perkembangan terakhir.

Sebelumnya, pejabat perbatasan memulangkan 106 pekerja Burma yang mencoba memasuki Kerajaan Thailand secara ilegal di perbatasan Mae Sot di provinsi utara Chiang Rai. Mereka dikembalikan ke kota Kawthaung di Burma. Saat ini, tidak ada  lonjakan mencolok dalam penyeberangan perbatasan ilegal sejak kudeta militer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Tanee Sangrat, mengatakan para pejabat terus melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Yangon. Warga Thailand ang berada di Myanmar agar mengikuti perkembangan dan memperhatikan pengumuman resmi.

“Myanmar adalah tetangga dekat Thailand dan anggota penting ASEAN. Thailand berharap untuk melihat perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Myanmar, dan bahwa situasi saat ini diselesaikan secara damai dengan kembali ke keadaan normal segera untuk kepentingan rakyat Myanmar,” ujar Sangrat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya