Berita

Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon/Net

Dunia

Lebih Khawatirkan Penularan Covid-19, Pemerintah Thailand Tidak Mau Ikut Campur Soal Kudeta Myanmar

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 13:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gesekan yang terjadi di Myanmar yang berakhir dengan kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi membuat para petinggi dunia ikut bersuara. Salah satunya datang dari tetangga mereka, Thailand.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon, dalam komentarnya menyebut pengambilalihan militer di negara tetangganya itu sebagai masalah internal negara tetangga.

"Itu urusan internal mereka," kata Prawit kepada wartawan, ketika ditanya tentang kudeta Myanmar dan penahanan sejumlah petinggi partai NLD, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (2/1).


Jenderal Prawit mengatakan, pemerintah Thailand lebih khawatir tentang lebih banyak kasus virus corona yang diimpor dari Myanmar sebagai akibat dari kudeta.

Thailand dan Myanmar berbagi perbatasan yang membentang sekitar 2.400 kilometer. Pemerintah sendiri belum mendeklarasikan posisi formal mengenai situasi politik di Myanmar.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen juga menyebut peristiwa kudeta Myanmar sebagai urusan internal mereka. Berbeda dengan Singapura yang memiliki keprihatinan yang serius tentang situasi tersebut.

Myanmar menutup perbatasan dengan Thailand di distrik Mae Sai di Chiang Rai, mendorong perdagangan perbatasan antara kedua negara terhenti. Di distrik Mae Sot di Provinsi Tak, nampak truk terlihat menganggur di pos pemeriksaan di depan Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar kedua, karena tidak dapat melintasi perbatasan ke Myanmar.

Situasi di perlintasan perbatasan di provinsi lain yang bertetangga dengan Myanmar tidak jelas.

Pakamas Wierra, wakil ketua Kamar Dagang Chiang Rai, mengatakan kepada media bahwa perdagangan perbatasan harus segera dilanjutkan karena kedua negara perlu menjaga pasokan barang.

"Gangguan perdagangan bisa menelan biaya antara 30-50 juta baht per hari," katanya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya