Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Polisi Tangguhkan Petugas Yang Terlibat Penangkapan Gadis 9 Tahun

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 12:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak kepolisian akhirnya menangguhkan anggotanya yang telah memborgol dan menyemprotkan merica pada seorang gadis berusia sembilan tahun, dalam sebuah peristiwa penangkapan di  Rochester, AS.

Penangguhan tersebut dilakukan atas permintaan langsung dari Walikota Lovely Warren, Senin (1/2).

"Apa yang terjadi pada hari Jumat benar-benar mengerikan, dan telah membuat marah seluruh komunitas kami," kata Warren, seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/2).


"Sayangnya, hukum negara bagian (New York) dan kontrak serikat pekerja mencegah saya mengambil tindakan yang lebih langsung dan serius," ujarnya.

Warren tidak merinci berapa banyak petugas yang diskors. Penangguhan akan berlangsung setidaknya sampai kesimpulan penyelidikan internal oleh polisi Rochester.

Kasus itu bermula saat sebuah rekaman penangkapan seorang gadis kecil yang dirilis pada Minggu (31/1) waktu setempat, memicu kemarahan baru atas ekses yang dilakukan oleh penegak hukum. Dalam video nampak setidaknya ada tujuh petugas yang terlibat dalam insiden pada Jumat.

Wakil Kepala Polisi Andre Anderson mengatakan pada Minggu bahwa gadis yang ditangkap itu - yang belum disebutkan namanya - menderita keadaan darurat kesehatan mental yang serius. Gadis tersebut dilaporkan telah mengancam akan bunuh diri dan membunuh ibunya.

Petugas yang dipanggil ke tempat kejadian pada hari Jumat akhirnya menanggapi dengan memborgolnya, sebelum mencoba memaksanya masuk ke mobil dan menyemprotnya ketika dia melawan, menurut video body cam yang dirilis oleh kepolisian kota.

Polisi Rochester pada hari Sabtu mengatakan mereka terpaksa menggunakan borgol dan bahan pengiritasi pada gadis itu demi keselamatannya sendiri.

Rekaman body cam awalnya menunjukkan petugas berusaha memberikan bantuan kepada gadis itu. Ketika ibunya tiba, pasangan itu berdebat dan para petugas - setelah gagal meredakan situasi - memutuskan untuk membawa anak yang semakin tertekan itu ke rumah sakit.

Pergumulan pun tak dapat dihindari, saat itulah polisi menyemprotkan merica untuk melumpuhkan anak tersebut.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya