Berita

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Banyak Warga Myanmar Tak Sadar Telah Terjadi Kudeta

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 06:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di saat seluruh mata dunia tertuju pada kabar kudeta militer yang dilakukan pada pemerintahan Aung San Suu Kyi pada Senin (1/2) malam, justru banyak warga Myanmar yang tidak menyadari peristiwa tersebut.

Kontributor Anadolu Agency, Kyaw Ye Lynn melaporkan hal tersebut dari Yangon, Senin (1/2).

"Saya telah berkeliling kota sejak pagi hari, berbicara dengan supir taksi dan orang-orang biasa. Banyak dari mereka tidak mengetahui kudeta militer. Mereka sedang dalam perjalanan untuk bekerja," kata Lynn dalam catatan suara ke meja redaksi Anadolu Agency di Ankara.


“Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka menunggu di luar toko, mal… menunggu majikannya datang dan buka pasar," tambahnya.

“Tetapi bos tidak muncul karena pemadaman komunikasi yang terputus pada pukul 5 pagi (Minggu waktu setempat) hingga sekitar pukul 12 malam (Senin waktu setempat)," ujarnya.

Dia mengatakan orang-orang berusaha mencari tahu tentang kemungkinan kudeta militer.

“Hal pertama yang mereka perhatikan adalah pernyataan militer tentang kudeta tersebut. Hal kedua adalah pernyataan di halaman resmi NLD," katanya.

Win Htein, pelindung partai yang berkuasa, telah meminta orang-orang untuk turun ke jalan dan melawan tanpa kekerasan. Versi palsu dari pernyataan tersebut beredar di media sosial, bagaimanapun, telah menciptakan kebingungan.

"Orang-orang percaya pernyataan itu bisa dibuat-buat, upaya militer untuk memicu kerusuhan, konfrontasi," kata Lynn.

Lynn juga berbagi informasi bahwa rapat umum pro-militer juga diselenggarakan untuk "merayakan kudeta."

Menjelaskan perebutan kekuasaan di negara berpenduduk 55 juta orang itu, dia berkata: "Militer telah menciptakan situasi di mana kelompok-kelompok pro-militer dan pro-NLD saling berhadapan. Tetapi pimpinan NLD secara konsisten menyerukan kepada orang-orang untuk tidak menanggapi dengan cara kekerasan ... tapi (bertindak) menurut hukum."

Militer, setelah beberapa hari ketegangan yang meningkat dengan pemerintah sipil, mengumumkan keadaan darurat satu tahun dengan menahan Presiden Myanmar Win Myint, Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, dan anggota lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa.

Pihak militer mengatakan, alasan mereka melakukan intervensi akibat dari kecurangan pemilu 8 November, yang menghasilkan kemenangan telak bagi NLD.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya