Berita

Kepala KSP Moeldoko diduga sosok yang ingin mengkudeta AHY dari Demokrat/Net

Politik

Moeldoko Diketahui Ingin Ambil Alih Demokrat Berdasarkan Kesaksian Pengurus Pusat Hingga Daerah

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 19:30 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

DPP Partai Demokrat akhirnya memberikan keterangan terkait sosok orang Presiden Joko Widodo yang diduga melakukan upaya pengambilalihan kepemimpinan Demokrat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra melalui keterangan tertulisnya mengatakan, sejak Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pernyataan terbuka, pihaknya menunggu respons resmi dari Presiden Jokowi.

Herzaky menerima informasi bahwa Presiden Jokowi telah menerima dan membaca surat yang dikirim oleh AHY. Apalagi, banyak kalangan yang ingin mengetahui siapa sebenarnya sosok oknum yang ingin mengkudeta AHY dari kursi Demokrat 1.


Karena belum ada pernyataan terbuka dari Presiden Jokowi, Herzaky mengungkapkan berdasarkan dari pengakuan, kesaksian sejumlah pimpinan pusat, oknum orang dekat Jokowi yang diduga melakukan upaya pengambil alihan adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko).

"Dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," demikian keterangan Herzaky yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/2).

AHY siang tadi menyampaikan pernyataan politik secara terbuka bahwa ada pihak yang sengaja melancarkan skenario pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Dijelaskan AHY, sejak sebulan lalu secara internal pihaknya sudah mendapatkan laporan dari beberapa petinggi Partai Demokrat. Selain oknum orang dekat Jokowi, terdapat 4 kader dan mantan kader Demokrat yang melancarkan aksi itu.

Usai AHY memberi pernyataan, Kantor Berita Politik RMOL berusaha mengkonfirmasi ke pihak Istana. Sejak awal beredar kabar, orang dekat Jokowi yang berupaya melakukan kudeta adalah Moeldoko.

Moeldoko pada Senin malam pukul 19.00 WIB memberikan informasi akan memberi pernyataan terbuka merespons tudingan dari Partai Demokrat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya