Berita

Mendiang Ricky Rahmadi (paling kiri) berfoto bersama Ilham Bintang dan beberapa tokoh lain dalam sebuah acara/Ist

Publika

In Memoriam Ricky Rahmadi: Selamat Jalan, Uncle

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 17:50 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

BERITA duka lagi. Rasanya tak percaya, tapi nyata. Faktanya begitu. Ricky Rachmadi (55), sahabat kami, wartawan senior, mantan Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya, telah pergi menghadap Ilahi Rabbi. Tuhan, pemiliknya.

Uncle, begitu mendiang akrab disapa, mengembuskan napas terakhirnya di RS Premier Bintaro, Senin (1/2) pukul 11.59 WIB. Ia dirawat di RS sejak Jumat karena terpapar Covid-19.

Senin, pukul 11.30 WIB, Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, menelepon saya.


“Ada kabar kurang baik, Bang. Kawan kita Ricky, kritis. Saturasi 50 (oksigen dalam darah �"normal 95-100). Sekarang menggunakan ventilator,” kata Tanto.  

Aduh!

Belum lagi tangan selesai mengirim pesan berantai ke WAG kawan-kawan dan sahabat Ricky, wartawan, maupun relasi dan para pejabat muncul berita duka di WAG Pengurus PWI Pusat.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Kawan kita Ricky telah tiada,” pesan ini ditulis Azis, Direktur Detik.com di WAG PWI Pusat.

Selisih beberapa detik saja dengan telepon Pemred Jak TV, Timbo Siahaan, menyampaikan berita sama. “Ternyata Uncle sudah pergi, Bang,” ucapnya lirih memendam kesedihan.

Timbo memang termasuk kawan paling dekatnya. Ia sering berkomunikasi dengan Uncle. Bahkan pun ketika di RS.

Timbo jugalah yang pertama kali mengumumkan Ricky masuk RS karena positif Covid-19 di WAG kawan-kawan, Jumat lalu. Hari pertama Uncle dirawat di RS.

Reaksi kami semua tentu saja terkejut. Juga cemas, mengingat keganasan Covid-19. Mengingat Uncle komorbid, punya penyakit penyerta.

Tempo hari saya membesuknya waktu dirawat di RS karena masalah jantung. Hari Sabtu saya kontak dia via WA.

Saya tanya, “Tertular di mana dan oleh siapa Uncle?"
Jawabnya: “Belum tahu Bang”

“Gejala apa yang dirasakan, Uncle?” tanya saya lagi.
“Lambung sakit,” sahutnya.

Ya Allah, Ricky kini sudah tiada. Mau tak percaya, tapi nyata. Faktanya begitu. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.

Ricky sahabat yang baik hati. Silaturahmi bagus. Dia selalu memenuhi undangan acara apapun. Beberapa kali datang ke acara buka puasa di rumah. Juga waktu saya bikin syukuran ulang tahun.

Pandai bergaul, masuk di kalangan manapun. Humoris dan pandai menyanyi. Lima tahun lalu dia menghibur kami kawan-kawan rombongan wartawan dengan tampil menyanyikan beberapa lagu di Club daerah Roppongi, Tokyo, Jepang.

Suaranya merdu. Gayanya ekspresif. Biar pun bertubuh besar, tapi dia bergoyang ritmis dan asyik.

Sambil memimpin “Harian Suara Karya”, Ricky berhasil merampungkan studi hukum tingkat master di Universitas Padjadjaran Bandung.

Anak sulungnya sudah “jadi” juga. Sekitar tiga minggu lalu saya lihat dia meng-upload foto di Facebook waktu ke Bandung mengantarkan putera sulungnya mengambil sumpah sebagai lawyer di Unpad.

Uncle juga politikus. Ia salah satu pengurus di DPP Partai Golkar.  Tapi dia bukan politikus abal-abal. Dia politikus berpikir. Jujur. Nalarnya jalan. Nuraninya bekerja.

Meski partainya berkoalisi dengan pemerintah namun tidak menjadi halangan baginya untuk bersikap kritis atas ketimpangan penyelenggaraan negara. Dia berani menulis berita dan mem-posting berita kritis di WAG yang membernya banyak pejabat menteri.  Apalagi lewat japri di WA.

Dulu saya sering ketemu di lapangan saat aksi marak unjuk rasa 212 yang berjilid-jilid. Seperti saya sebutkan di atas, Uncle bukan jenis politikus patuh bongkok pada apapun yang menjadi kebijaksaan pemerintah. Background pendidikan hukum cukup membantu dia mengenali mana yang timpang dan yang mana yang lurus.

Uncle meninggalkan seorang isteri dan empat putra. Senin sore jenasah almarhum dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Satu makam dengan Nabila, putrinya yang wafat 23 Desember 2017.  

Selamat jalan Uncle, semoga tenteram di sisi Sabila, dan tentu saja di sisi Allah SWT.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya