Berita

Ketua KPU Bandarlampung, Dedy Triyadi/RMOLLampung

Politik

Siap Tindaklanjuti Putusan MA, KPU Bandarlampung Masih Tunggu Koreksi KPU Pusat

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 16:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

KPU Bandarlampung tidak mau salah langkah dalam menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan pasangan calon nomor 3, Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

Sebelum mengambil keputusan untuk menindaklanjuti putusan MA, KPU Bandarlampung masih menunggu koreksi dari KPU RI dan KPU Provinsi Lampung.

"Karena keputusan ini hal yang baru, kita harus hati-hati menyusunnya, jadi kita konsultasikan ke KPU RI dan KPU Provinsi Lampung. Kita tengah menunggu hasil koreksi dari KPU RI dan KPU Provinsi," kata Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triyadi, Senin (1/2), dikutip Kantor Berita RMOLLampung.


Dedy menjelaskan, Keputusan MA Nomor 1/P/PAP/2021 itu menganulir Surat Keputusan (SK) KPU Bandarlampung 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021, tertanggal 8 Januari 2021.

Kemudian memerintahkan KPU Bandarlampung menerbitkan SK baru penetapan paslon nomor 3, Eva-Deddy.

Namun, Dedy menegaskan, SK KPU Kota Nomor 461/HK.03.1-kpt/1871/KPU-Kot/IX/2020 tanggal 23 September 2020 tentang penetapan paslon peserta Pilwakot Bandarlampung masih berlaku.

"Itu yang lagi kita susun, karena keputusan ini nanti akan dibaca oleh semua pihak. Jangan sampai dalam draf kita menimbulkan tafsir dan perdebatan, kita berhati-hati sekali," tambahnya.

Ditegaskan Dedy, pihaknya taat hukum dan akan menindaklanjuti dengan melaksanakan putusan MA sesuai dengan perintah Undang-undang.

Berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 135A ayat 8 dalam hal putusan MA membatalkan keputusan KPU provinsi atau KPU kabupaten atau kota sebagaimana dimaksud pada ayat 6, KPU provinsi atau KPU kab/kota wajib menetapkan kembali sebagai pasangan calon.

"Kami wajib menjalankan amar putusan MA sebagaimana kami menindaklanjuti putusan Bawaslu yang lalu, sehingga KPU wajib dan taat dalam menjalankan putusan kedua lembaga tersebut," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya