Berita

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi ditahan di Naypyidaw di tengah kudeta militer/Reuters

Dunia

Kudeta Militer Di Myanmar, Jaringan Seluler Terganggu, Bank Tutup

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 15:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Myanmar mengundang sorotan publik dunia awal pekan ini (Senin, 1/1) dengan kabar bahwa militer negara tersebut merebut kekuasaan dan mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun.

Langkah ini diambil menyusul ketegangan yang meningkat antara pemerintah sipil dan militer setelah pemilihan parlemen November tahun lalu.

Bukan hanya itu, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint serta sejumlah pejabat senior lain dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) juga ditahan di Naypyidaw.


Di hari yang sama, sebuah video yang disiarkan di televisi milik militer mengatakan bahwa kekuasaan telah diserahkan kepada panglima angkatan bersenjata Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Mereka menyebut bahwa hal ini dilakukan karena kecurangan dalam pemungutan suara November lalu.

Akibat pengambilalihan kekuasaan oleh militer itu, situasi di lapangan menjadi kacau.

Kabar yang dimuat BBC menyebut, koneksi data seluler dan internet dari beberapa layanan telepon telah terganggu di kota-kota besar, sementara lembaga penyiaran negara MRTV mengatakan sedang mengalami masalah teknis dan tidak mengudara.

Bukan hanya itu, komunikasi di Naypyitaw juga terputus dan sulit untuk menilai situasi di sana.

Sektor perbankan juga terganggu. Menurut Asosiasi Bank Myanmar, bank untuk sementara waktu menghentikan semua layanan keuangan.

Orang-orang terlihat mengantri di ATM di Yangon di tengah ekspektasi krisis uang tunai dalam beberapa hari mendatang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya