Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin/Net

Politik

Menkes Ungkap Keunggulan Data KPU Untuk Basis Data Penerima Vaksin Covid-19

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 12:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Data pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang rencananya akan digunakan sebagai basis data penerima vaksin Covid-19 mendapat pujian dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

"Saya terus terang sangat kagum dan sangat berterima kasih karena KPU sangat supportif untuk membantu Kementerian Kesehatan dalam mengintegrasikan data terkait pandemi ini," ujar Budi dalam siaran pers video yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/2).

Mantan Waki Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memiliki alasan megagumi data KPU. Katanya, data pemilih memiliki dua keunggulan dibanding data yang dimiliki Kementerian Kesehatan.


Pertama, Budi mengungkapkan, data yang dimiliki KPU selalu mengalami pembaharuan dalam kurun waktu tertentu, khususnya saat pemilu.

Kedua, data KPU juga memiliki kesamaan dengan kebutuhan Kementerian Kesehatan. Yang mana, mencari data kependudukan yang akurat untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

"Data di KPU selalu diperbaiki tidak hanya setiap 6 bulan sekali tapi setiap ada pemilihan. Dan data KPU mirip dengan yang dibutuhkan kami, yaitu usia 18 tahun ke atas," ungkapnya.

Oleh karenanya, pada Sabtu kemarin (30/1) Budi melakukan rapat koordinasi untuk mencocokan data kependudukan yang dimiliki Kementerian Kesehatan dengan data yang dimiliki KPU.

Tujuannya adalah untuk bisa memastikan vaksinasi Covid-19 bisa tepat sasaran, sebagaimana kualifikasi data kependudukan dan data kesehatan yang benar.

"Sewaktu rapat sembari bercanda saya mengatakan, tugas kita sama. Kalau KPU tugasnya memastikan rakyat mencoblos kertas pemilu, Kemenkes memastikan bahwa petugas kesehatan mencobolos dengan vaksin," demikian Budi Gunadi Sadikin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya