Berita

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Repro

Politik

BuzzeRp Tak Lagi Bermanfaat Bagi Pemerintahan Jokowi

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 11:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo saat ini dinilai sudah tidak memerlukan peran buzzer sebagai corong dan pendukung kebijakan pemerintah. Bahkan bisa dibilang buzzeRp sudah tidak lagi memberi manfaat bagi kerja pemerintahan.

"BuzzeRp saat ini justru jadi kontraproduktif untuk pemerintahan Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/2).

Pihak Istana, kata Satyo, juga diminta tidak melindungi aktor pemecah belah bangsa. Karena, keberadaan buzzeRp yang kerap dituding kebal hukum hanya akan memperburuk kinerja pemerintah.


"Mereka ini seperti 'ronin' yang akan di 'use' oleh kelompok kepentingan yang tujuannya justru berniat melalukan kondisi instabilitas, agar memiliki bargain pada kekuasaan," tegas Satyo.

Apalagi, lanjut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) ini, Pilpres sudah usai sehingga keberadaan buzzer akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.

"Saat ini oposisi pemerintah praktis hanya kelompok masyarakat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, mereka tidak mewakili parpol manapun. Artinya dalam konteks keberadaan buzzer hanya akan jadi 'kayubakar' dari kekecewaan dan kemarahan masyarakat kritis," demikian Satyo Purwanto.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya