Berita

Gelap Nyawang Nusantara (GNN) Kabupaten Sumedang di lokasi terdampak bencana longsor di Desa Cihajuang, Sumedang, Jawa Barat/Istimewa

Nusantara

Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Izin Perumahan Yang Sebabkan Longsor Di Sumedang

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 18:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebab bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diharap bisa diusut tuntas oleh Kepolisian.

Pasalanya, Pembina Gelap Nyawang Nusantara (GNN) Kabupaten Sumedang, Asep Riyadi berpendapat, selain longsor yang terjadi turut diperparah oleh ulah oknum pemerintah daerah (pemda).

Dia menduga, pemda melakukan kejahatan tata ruang dan penyimpangan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).


"Bencana alam ini merupakan kejahatan tata ruang dan lingkungan, serta adanya pembiaran atas semua penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan anggaran publik oleh oknum pemerintah Sumedang" ujar Asep dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL Sabtu (30/01).

Asep Riyadi menerangkan, kasus yang sudah diselidiki pihak kepolisian terhadap pengelola perumahan  SBG dan Perumahan Pondok Daud, seharusnya juga menjadi fokus Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Karena menurutnya, BPN adalah pemberi Hak Guna Bangunan (HGB) dan bertanggungjawab besar atas pertimbangan teknis terkait dengan keadaan yang sebenarnya di lokasi yang dimohonkan HGB-nya.

"Kami meminta agar KPK ataupun pihak kepolisian turun tangan menyelidiki kasus dugaan penyimpangan yang diduga melibatkan oknum perangkat atau pejabat daerah di Kabupaten Sumedang Jawa Barat," imbuhnya.

Bencana longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat berakibat pada korban meninggal sebanyak 40 orang.

Adapun lokasi longsor di Sumedang terjadi di Perumahan Pondok Daud yang berada di lereng Bukit Geulis yang curam. Sementara untuk izin pembangunan perumahan tersebut dikeluarkan pada tahun 2017 silam.

Ditempat terpisah menurut Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir longsor di wilayah tersebut kini menjadi bahan evaluasi agar kedepan pemerintah daerah atau Pemda tidak memberikan izin perumahan disebuah wilayah dengan tingkat derajat kemiringan yang rawan atau membahayakan.

Bencana Longsor Cimanggung Sumedang tersebut saat ini sedang diperiksa oleh Polres Sumedang dan Krimsus Polda Jabar.

"Semoga secepatnya pihak kepolisian dapat menetapkan para pihak yang bertanggungjawab atas bencana longsor tersebut yang menimbulkan korban jiwa tidak sedikit yang telah mencapai 40 orang," demikian Asep Riyadi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya