Berita

Stanley Harsha dalam acara diskusi virtual bersama Marapi dan RMOL/Net

Dunia

Pengamat : Fokus Joe Biden Adalah Bagaimana Menjadikan Amerika Yang Kuat Dan Sehat

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Joe Biden mendapat dukungan yang sangat kuat dari berbagai komunitas. Mulai dari orang yang berpendidikan tinggi dan berbagai suku dan agama. Berbeda halnya dengan pendahulunya, Donald Trump, yang selama ini mendapat dukungan hanya dari kalangan berpendidikan rendah dan orang-orang kaya.

Stanley Harsha, mantan diplomat AS, menyampaikan pandangannya itu dalam diskusi virtual 'Arah Kebijakan Presiden AS Joe Biden Terhadap Indonesia Dan Dunia', Sabtu (30/1).

"Jadi, sebenarnya  Biden memiliki mandat yang sangat besar, dari berbagai kalangan," ujar Stanley. Menambahkan bahwa hal itu menunjukkan sosok Biden yang dicintai oleh banyak orang.  


Stanley mengungkapkan, kebijakan luar negeri AS selama ini adalah berdasakan suara hati masyarakat AS itu sendiri.

"Ini bukan hal baru, tetapi terjadi sejak AS didirikan," katanya, merujuk pada platform Partai Demokrat 2020.

Mengutip dari laman Demokrat, setiap empat tahun partai Demokrat dari seluruh negeri bergabung bersama untuk menyusun platform partai. Platform ini dibuat untuk menunjuk orang-orang yang bekerja dan menuliskan nilai-nilai yang akan memandu partai untuk beberapa tahun mendatang.

Seperti pesan dari Richard N. Haass, Presiden Dewan Hubungan Internasional, bahwa ancaman terbesar bagi Amerika Serikat bukan berasal dari luar negeri tetapi dari dalam.

"Amerika perlu membenahi rumahnya sendiri," ujar Stanley, seraya menambahkan bahwa kebijakan luar negeri didasarkan pada pembentukan warga negara AS dari setiap komunitas.

"Namun saat ini, kita menghadapi dunia yang berbeda dengan sebelum datangnya masa pandemik. Saat ini semua dunia lebih jaga kepentingan masing-masing, termasuk Indonesia, dan negara-negara lain di dunia," kata Stanley.

Saat ini kebijakan AS dan internasional akan sangat berbeda akibat pandemik. Stanley memerinci kebijakan yang dilakukan AS di tengah pandemik akan dimulai dengan kebijakan ekonomi Amerika yang sehat ala Biden, seperti janjinya pada saat kampanye.

Joe Biden menjanjikan akan membangkitkan kembali ekonomi dari resesi akibat dampak pandemi Covid-19. Alokasi anggaran sebesar 700 miliar dolar AS atau sekitar Rp 10.000 triliun untuk industri manufaktur dan teknologi AS.

Nilai 700 itu adalah perincian untuk manufaktur selama empat tahun ke depan sebesar 400 miliar dolar AS  dan untuk penelitian dan pengembangan teknologi sebesar 300 miliar dolar AS. Tujuan alokasi dana sebesar itu untuk menciptakan 5 juta pekerjaan, menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang hilang akibat wabah virus corona.

"Biden akan memperhatikan dulu kemampuan AS untuk punya kebijakan yang kuat di luar negeri. Saat ini bagi Biden adalah bagaimana menciptakan Amerika yang sehat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya