Berita

Ilustrasi/Repro

Dunia

Lima Hal Yang Menjadi Rujukan Seperti Apa Pemerintahan Joe Biden Di Asia

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 12:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepemimpinan di Amerika Serikat tidak semata-mata hanya ditentukan oleh seorang presiden atau wakil presiden.

Direktur Eksekutif Centre for Business and Diplomatic Studies Departemen Hubungan Internasional, Universitas Bina Nusantara, Prof Dr Tirta Mursitama, mengatakan presiden yang terpilih akan fokus kepada isu-isu domestik dan internasional, mengutip pandangan dari
Richard N. Haass, Presiden Dewan Hubungan Internasional.
Namun, untuk Joe Biden, dia akan fokus kepada pembenahan urusan dalam negerinya.  


"Lalu, apakah ada babak baru dalam kepemiminan AS di dunia internasional. Atau, apakah ini lagu yang sama tapi dinyanyikan oleh orang yang berbeda?" ujar Tirta dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Marapi Consulting and Advisory bekerja sama dengan Kantor Berita Politik Republik Merdeka, Sabtu (30/1).  

Tirta pun menguraikan ada beberapa faktor untuk melihat kemungkinan kebijakan AS khususnya di kawasan Asia.

Pertama, platform partai politik Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat. Sebagai parpol yang berideologi tengah kiri, Demokrat percaya bahwa penghormatan nilai individu, hak-hak minoritas adalah hal yang utama.

Negara cenderung lebih berperan melindungi warga negaranya dari cengkeraman kekuatan modal dan keserakahan perusahaan multinasional. Misalnya terkait dengan produk-produk yang ramah lingkungan dan mengikuti standar kesehatan tertentu. Pemerintah juga berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dari sisi pengenaan pajak, pemerintah Partai Demokrat menerapkan kebijakan pajak progresif sesuai dengan pendapatan masyarakat. Masyarakat yang lebih kaya harus membayar pajak lebih banyak.

Kedua, pandangan pribadi Joe Biden di Foreign Affair. Joe Biden pernah menulis 'Why America Must Lead Again: Rescuing U.S. Foreign Policy After Trump di Majalah Foreign Affairs bulan Maret/April 2020. Di antara banyak hal yang ditulis, salah satu yang terpenting adalah pesan kuat adanya keinginan untuk meyakinkan dunia bahwa AS siap memimpin dunia kembali.

Ketiga, plafrom kampanye Biden, Build back better. Biden-Harris akan mengedepankan industri dalam negeri melalui berbagai inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Tujuannya menghasilkan produk-produk buatan AS oleh orang AS sendiri.

Biden memiliki pandangan yang sama dengan Trump, ingin memakmurkan AS kembali AS. Namun, pendekatan yang dilakukan berbeda karena latar belakang Biden yang seorang politisi Demokrat yang sangat berpengalaman dan sebagai wakil presiden dua periode mendampingi Barack Obama.

Yang keempat, pidato pelantikan biden. Point pertamanya adalah unity atau persatuan. Amerika harus bersatu sebagai masyarakat. 

Yang kelima adalah faktor idiosin kretik Biden, bahwa Biden adalah politisi senior yang sudah lama malang melintang. Pemikiran politik luar negeri Biden sudah sangat matang dengan berbagai pengalamannya, menjadi modal bagi Biden.

Lima hal ini paling tidak mungkin akan menentukan langkah-langkah yang akan memprediksikan akan seperti apa pemerintahan AS di bawah Joe Biden. Yang pasti, menurut Tirta, Joe Biden selalu berusaha duduk bareng, berbicara bersama-sama.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya