Berita

Pemimpin Partai Front Nasional sayap kanan Prancis, Marine Le Pen/Net

Dunia

Ketua Partai Sayap Kanan Prancis Kembali Usulkan Undang-undang Larangan Berhijab Di Tempat Umum

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin Partai Front Nasional sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, kembali mengusulkan undang-undang pelarangan hijab  bagi umat Muslim di semua tempat umum di negaranya.

Perempuan berusia 53 tahun, yang digadang-gadang akan menjadi calon lawan kuat Emmanuel Macron dalam pemilihan Presiden Prancis 2022 itu berpendapat bahwa jilbab adalah pakaian para ekstremis.

"Saya menganggap jilbab adalah pakaian Islamis," kata Le Pen kepada wartawan pada konferensi pers, seperti dimutip6dari AFP, Jumat (29/1). Ia merujuk kepada islamis sebagai ideologi politik.


Le Pen telah mencalonkan diri sebanyak diri dua kali dalam pilpres Prancis. Ia mengalami kekalahan telak dari Macron, sang pendatang baru di dunia politik Prancis pada 2017.

Namun dalam jajak pendapat baru-baru inimenunjukkan dia berada dalam jarak yang sangat dekat dari Macron.

Jajak pendapat yang dilakukan secara online oleh Harris Interactive menunjukkan, jika pemilihan presiden putaran terakhir diadakan hari ini, Le Pen akan mengumpulkan 48 persen sementara Macron akan terpilih kembali dengan 52 persen, lapor surat kabar Le Parisien .

Margin, yang tersempit yang pernah tercatat, memicu peringatan di arus utama politik Prancis ketika krisis kesehatan dan ekonomi ganda yang disebabkan oleh pandemi virus korona menyapu seluruh negeri.

"Itu yang tertinggi yang pernah dia capai," kata Jean-Yves Camus, seorang ilmuwan politik Prancis yang mengkhususkan diri pada sayap kanan, sambil menambahkan bahwa "terlalu dini untuk mengambil jajak pendapat begitu saja".

Dia mengatakan, Le Pen mendapat keuntungan dari frustrasi dan kemarahan atas pandemi, yang menempatkan Prancis di ambang penutupan ketiga. Hal lain yang menguntungkannya adalah kasus pemenggalan kepala seorang guru sekolah Prancis oleh seorang Islamis Oktober lalu.

"Itu berdampak besar pada opini publik," kata pakar dari Yayasan Jean-Jaures kepada AFP.

"Dan di bidang ini, Marine Le Pen memiliki keuntungan: partainya terkenal karena posisinya yang mengecam Islamisme."

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya