Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Virus Corona Jenis Afrika Selatan Masuk AS, Dua Warga South Carolina Tanpa Riwayat Perjalanan Jadi Korban

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 11:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mutasi virus corona baru yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dilaporkan telah memasuki wilayah negara bagian Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan oleh pejabat kesehatan South Carolina pada Kamis (28/1) waktu setempat. Mereka mengumumkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua kasus varian, yang dikenal sebagai B.1.351,  pada dua penduduk yang tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, menunjukkan bahwa mereka terinfeksi secara lokal.

“Kedua kasus tersebut diidentifikasi pada orang dewasa, satu dari Lowcountry dan satu dari wilayah Pee Dee,” kata pejabat, seraya mencatat bahwa tidak ada riwayat perjalanan yang diketahui dan tidak ada keterkaitan antara kedua kasus tersebut.


Sementara, Direktur  Departemen Kesehatan dan Pengendalian Lingkungan Carolina Selatan (DHEC),  Dr. Brannon Traxler, mengatakan bahwa ini menjadi peringatan penting bahwa perang melawan virus corona masih akan berlangsung lama.

"Kedatangan varian SARS-CoV-2 di negara bagian kami merupakan pengingat penting bagi semua warga South Carolina bahwa perang melawan virus mematikan ini masih jauh dari selesai," ujarnya.

Para ahli di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menilai, virus corona varian B.1.351 diyakini lebih cepat menyebar dibanding varian B.1.1.7 yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Varian ini bahkan dinilai mampu menghindari beberapa aksi pemblokiran antibodi yang dihasilkan oleh vaksin yang telah ada saat ini.

Namun demikian, meskipun lebih menular, mereka tidak berpikir bahwa varian Afrika Selatan itu lebih mematikan dari jenis Covid-19 yang terdeteksi di awal pandem.

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa infeksi oleh varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah,” ungkap CC, Kamis (28/1), seperti dikutip dari Fox News.

Dalam pernyataannya, CDC juga telah merekomendasikan agar orang-orang  menghindari perjalanan saat ini, sebagai upaya untuk menahan laju penyebaran virus.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya