Berita

Pengusaha dan pemilik Istana Batik KaDe saat diskusi virtual/Repro

Bisnis

KaDe Dirikan Istana Demi Kepedulian Terhadap Kesejahteraan Pengrajin Batik

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 06:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kecintaannya kepada batik tumbuh sejak kecil. Canting, kain, motif, dan segala hal tentang batik menjadi begitu lekat dengan kehidupannya sehari-hari.

Meski ia tak mahir membatik, tetapi perhatiannya terhadap para pengrajin di sekitaran tempat tinggalnya mendorongnya untuk membangun wadah yang bisa menampung hasil karya mereka.
"Hampir setiap hari melihat kehidupan para pengrajin. Dari hasil silaturahmi itu saya jadi banyak mengetahui kehidupan mereka, dan saya tergerak untuk membantu, juga menyemangati dengan menampung kasil karya mereka," kisah Abdus Shomad atau akrab di sapa Kak Dus, pengusaha dan pemilik Istana Batik KaDe Madura, dalam acara Jendela Usaha, Rabu (27/1).

Para pengrajin itu dianggapnya sudah menjadi bagian dari keluarga Istana Batik KaDe. Istana itu dibangun untuk mewujudkan mimpinya mensejahterakan para pengrajin di wilayah Pamekasan. Lokasi Istana Batik KaDe berada di Terminal RonggoSukowati Pamekasan di Jalan Raya Ceguk Barat, Tlanakan, Madura.

Para pengrajin itu dianggapnya sudah menjadi bagian dari keluarga Istana Batik KaDe. Istana itu dibangun untuk mewujudkan mimpinya mensejahterakan para pengrajin di wilayah Pamekasan. Lokasi Istana Batik KaDe berada di Terminal RonggoSukowati Pamekasan di Jalan Raya Ceguk Barat, Tlanakan, Madura.

"Pada dasarnya saya sangat menghargai karya-karya para pengrajin. Sehingga saya mendirikan wadah ini. Selain untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia, Istana Batik KaDe harus bisa mensejahterakan pengrajin dan pengusaha batik di Pamekasan," ujarnya kepada redaksi Republik Merdeka Online, Rabu (27/1).

Batik Pamekasan memiliki ciri khas tersendiri, dan setiap pengrajinnya juga memiliki tingkat keluwesannya sendiri.

"Membatik itu kan seni ya. Ada kalanya corak atau motif tidak sesuai dengan pesanan. Tapi tidak apa-apa, saya tetap mengambilnya karena tidak ingin mengecewakan pengrajin. Ada banyak tempat yang siap menampung batik-batik tersebut untuk dijadikan ornamen atau aksesoris," ujar Kak Dus.

Sarjana lulusan IAI Al Khairat Pamekasan ini berharap Batik Pamekasan bisa masuk ke berbagai kalangan.

"Tekad saya untuk membuat batik ini bisa dikenal lebih luas lagi di dalam dan di luar negeri, tidak kalah dengan batik-batik lainnya yang ada di Indonesia," ujarnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya