Berita

Dutabesar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam sebuah forum bisnis akhir tahun 2020 lalu/RMOL

Dunia

Ekspor Indonesia Ke China Melonjak Di Tahun 2020, Ini Rinciannya

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 00:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ekspor Indonesia sepanjang tahun 2020 lalu mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Hal ini tercermin dari meningkatnya total nilai ekspor Indonesia ke China dan penurunan tajam defisit Indonesia atas China selama kurun waktu 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.  

Merujuk pada data yang dirilis oleh Kepabeanan China, seperti disampaikan oleh Kedutaan Besar RI di Beijing dalam keterangan tertulis kepada redaksi (Rabu, 27/1), dijelaskan bahwa total nilai perdagangan Indonesia dengan China pada tahun 2020 kemarin mencapai 78,5 miliar dolar AS.


Berdasarkan nilai total perdagangan tersebut, nilai ekspor Indonesia ke China mencapai 37,4 miliar dolar AS, tumbuh 10,10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Tiongkok pada tahun 2020 mencapai sekitar 41 miliar dolar AS, atau turun sebesar 10,13 persen dibandingkan total nilai impor tahun lalu.  

“Nilai ekspor Indonesia pada tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2019 nilai ekspor Indonesia dibandingkan negara anggota ASEAN berada di peringkat ke-5, tahun 2020 kita naik menjadi peringkat ke-4," ujar Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam keterangan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa nilai defisit Indonesia terhadap China juga mengalami penurunan hingga 68,96 persen.

"Tahun 2019 kita alami defisit sampai 11,7 miliar dolar AS, tahun 2020 nilai defisit kita sebesar 3,6 miliar dolar AS," jelasnya.

Dia berharap tahun 2021 ini akan terjadi peningkatan yang lebih signifikan lagi.

"Tahun 2021 tentunya bersama-sama kita masih harus berjuang dan bekerjasama untuk terus meningkatkan ekspor produk bernilai tambah ke Tiongkok, agar prestasi dan kinerja tahun 2021 bisa kita tingkatkan,” sambung Djauhari.  

Beberapa produk unggulan dan potensial Indonesia dalam periode ini yang tercatat mengalami peningkatan nilai ekspor secara signifikan, diantaranya adalah:

1. Besi dan Baja (HS 72) meningkat 134.3 persen

2. Sarang Burung Walet (HS 0410) meningkat 88.05 persen

3. Kertas dan Produk Kertas (HS 48) meningkat 133.25 persen

4. Kopi, teh, mate dan rempah-rempah (HS 09) meningkat 175.34 persen

5. Alas kaki (HS 64) meningkat 19.75 persen

6. Minyak atsiri, preparat wewangian, kosmetika (HS 33) meningkat 15.62 persen

7. Produk keramik (HS 69) meningkat 53.08 persen

8. Timah dan Produk Turunannya (HS 80) meningkat 544.07 persen

9. Alumunium dan Produk Turunannya (HS 76) meningkat 2031.53 persen 10. Buah Tropis (HS 08) meningkat 73.8 persen

11. Tembaga dan Produk Turunannya (HS 74) meningkat 56.5 persen

12. Karet dan Produk Turunannya (HS 40) meningkat 50.02 persen

13. Produk Olahan Makanan (HS 21) meningkat 53.2 persen

14. Plastik dan Produk Turunannya (HS 39) meningkat 42.3 persen

15. Produk Tekstil (HS 63) meningkat 1850.89 persen

16. Produk Minuman, Alkohol dan Cuka (HS 22) meningkat 126.6 persen

17. Gula dan Kembang Gula (HS 17) meningkat 336.03 persen

18. Kaca dan Produk Turunannya (HS 70) meningkat 33.3 persen

19. Seng dan Produk Turunannya (HS 79) meningkat 88.5 persen

20. Produk Industri Penggilingan (HS 11) meningkat 1824.3 persen

Di sisi lain, mengenai realisasi investasi Tiongkok di Indonesia, sebagaimana telah disampaikan oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, pada Konferensi Pers Virtual Realisasi Investasi Triwulan IV 2020, tanggal 25 Januari 2021 lalu, China Tiongkok menempati urutan ke-2 investor asing terbesar di Indonesia dengan realisasi investasi mencapai 4,8 miliar dolar AS di tahun 2020, meningkat dari realisasi investasi sebesar 4,7 miliar dolar ASdi tahun 2019.

Angka tersebut tidak termasuk realisasi investasi Hong Kong yang kembali menempati peringkat ke-3 untuk PMA terbesar di Indonesia di tahun 2020 dengan nilai 3,5 miliar dolar AS, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 miliar dolar AS.

Nilai tersebut konsisten dengan realisasi investasi China di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya sejak 2016.

Beberapa investor besar dari negeri tirai bambu juga telah menyatakan komitmen investasi di bidang energi baru yang sekiranya telah terealisasi akan berperan penting dalam kontribusi Indonesia terhadap industri pembangunan mobil listrik global.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya