Berita

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan putrinya siap memproduksi drama televisi soal pejuang Kurdi wanita/Net

Dunia

Hillary Clinton Siap Produksi Drama Televisi Soal Pejuang Wanita Kurdi

RABU, 27 JANUARI 2021 | 00:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perempuan di tengah konflik dan pertempuran menjadi isu menarik untuk diangkat ke layar kaca. Hal itulah yang agaknya juga menarik perhatian Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton.

Dia dan putrinya, Chelsea Clinton, melalui perusahaan mereka yakni Hidden Light Productions bersiap untuk memproduksi serial TV berdasarkan eksploitasi pejuang Kurdi perempuan di Suriah.

Sejauh ini, mereka telah memperoleh hak TV untuk buku karya penulis Gayle Tzemach Lemmon yakni "The Daughters of Kobani: A Story of Rebellion, Courage, and Justice" untuk diangkat ke layar televisi.


Buku tersebut bercerita tentang kelompok milisi Kurdi yang semuanya perempuan. Mereka terkenal karena memerangi kelompok militan ISIS di wilayah Suriah utara, dengan bantuan Amerika Serikat.

“The Daughters of Kobani adalah kisah luar biasa tentang wanita pemberani dan pemberontak yang berjuang untuk keadilan dan kesetaraan,” kata Hillary Clinton, seperti dikabarkan Russia Today (Selasa, 26/1).

Clinton sendiri diketahui memang memiliki sejarah panjang dengan milisi wanita Kurdi yang juga dikenal dengan akronim YPJ, cabang dari militan Kurdi YPG yang dipimpin pria.

Kelompok tersebut diketahui telah melancarkan konflik intensitas rendah dengan Turki selama lebih dari empat dekade terakhir.

Pada tahun 1990-an, kelompok militan Kurdi dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Bill Clinton, yang juga merupakan suami dari Hillary Clinton.

Pemimpin ideologis kedua kelompok tersebut, yakni Abdullah Ocalan, ditangkap oleh Turki dengan dugaan bantuan dari CIA pada tahun 1999.

Kemudian, saat Hillary Clinton memegang jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, dia mengambil peran advokat untuk mempersenjatai YPG dan YPJ selama Perang Saudara di Suriah.

Pejuang YPG serta YPJ juga diketahui mengandalkan dukungan udara Amerika Serikat untuk memukul balik ISIS dari tahun 2016 dan seterusnya.

Di sisi lain, terkait dengan buku yang diadopsi untuk dijadikan tayangan di televisi juga menuai sorotan tersendiri.

Pasalnya, Lemmon adalah peneliti senior di Council on Foreign Relations, yakni sebuah wadah pemikir neokonservatif.

Dia diketahui menentang rencana pemerintahan Donald Trump untuk menarik pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan dan Suriah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya