Berita

Mesut Ozil akan melanjutkan kariernya bersama Fenerbahce/Net

Sepak Bola

Resmi Tinggalkan Arsenal, Mesut Ozil: Saya Gunner Selamanya

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 11:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perjalanan Mesut Ozil bersama Arsenal telah resmi berakhir. Manajemen Arsenal akhirnya mengumumkan Ozil telah bergabung dengan klub Turki, Fenerbahce, pada Minggu malam (24/1).

"Mesut Oezil gabung klub Liga Turki Fenerbahce dengan status transfer permanen," ujar pernyataan resmi klub.

Satu pekan sebelumnya, pihak Arsenal telah merilis kabar kalau kontrak pemain berpaspor Jerman itu telah diputus. Seharusnya kontrak Ozil di Emirates Stadium masih berlangsung hingga Juni 2021.


Hal ini tak lain untuk memudahkan Ozil melakukan komunikasi dengan pihak Fenerbahce terkait kelanjutan kariernya.
 
"Fenerbahce resmi merekrut bintang sepak bola dunia Mesut Özil. Kontrak 3,5 tahun ditandatangani oleh Mesut Özil, yang ditransfer ke klub kami dari Arsenal," demikian pernyataan resmi Fenerbahce.

Meski tak lagi berkostum merah Arsenal, Ozil mengaku sulit untuk melupakan kehidupannya selama 7,5 tahun di London. Namun, dia memang harus pergi karena sudah tak menjadi pilihan oleh manajer Mikel Arteta pada musim ini. Membuat dirinya makan gaji buta selama lebih dari setengah tahun terakhir.

Dalam surat perpisahannya, Ozil menyampaikan perasaannya harus meninggalkan Arsenal dan seluruh suporternya.

Berikut kutipan surat perpisahan Ozil yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Minggu malam (24/1):

Dear Gunners,

7,5 tahun. Hampir 3.000 hari. Aneh rasanya menuliskan surat ini setelah tinggal lama sekali di London. Sejak pertama kali saya tiba di sini, rasanya seperti di rumah. Saya disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh staf Arsenal, rekan setim dan yang paling penting yakni dari fans yang luar biasa.

Saya akan selalu bersyukur atas keyakinan Arsene Wenger kepada saya pada September 2013. Saya tumbuh sebagai orang dewasa di London Utara, tempat yang saya bisa sebut sebagai rumah. Saya tidak akan pernah lupa itu.

Bersama Arsenal dalam waktu lama membuat saya mengalami perasaan yang naik turun. Setelah lebih dari 250 laga, 44 gol dan 71 assist, kini saatnya Arsenal dan saya berpisah jalan.

Kami secara bersama-sama mengakhiri puasa gelar selama sembilan tahun dan kembali mempersembahkan trofi kepada penggemar yang pantas mendapatkannya.

Sulit sekali buat saya mengungkapkan rasa cinta yang saya rasakan buat klub ini dan penggemarnya. Bagaimana bisa saya mendeskripsikan rasa syukur selama 8 tahun ke dalam satu surat?

Saya akan selalu mendukung kalian di mana pun kalian bermain. Saya akan menjadi Gunner seumur hidup - tidak ada keraguan untuk itu.
Saat ini kita semua harus berada di belakang tim.

Musim ini sangat sulit buat setiap tim di Premier League, dan itu sebabnya kenapa kita harus menyokong terus skuat dan staf saat ini bagaimanapun hasilnya.

Bagi saya, sungguh luar biasa melihat beberapa bocah dari Hale End dapat menembus skuat utama. Sebagaimana yang kita ketahui, mereka adalah masa depan klub dan saya berharap mereka bisa sukses!

Mendengarkan nama saya didengungkan di sekitar Emirates akan selamanya membuat saya merinding, dan semua kenangan yang saya buat selama berseragam jersey ini akan senantiasa bersama saya seumur hidup.

Banyak sekali tulisan tentang saya selama di Arsenal, terutama di bulan-bulan terakhir ini. Arsenal adalah klub berkelas dan prestisius, sesuatu yang selalu saya rasakan ketika berjalan menuju lapangan. Para pemain, staf dan manajemen datang dan pergi, tapi nilai-nilai klub dan penggemar bertahan selamanya.

Prinsip-prinsip berkelas, saling menghormati dan harga diri tak boleh dilupakan. Itu menjadi kewajiban setiap orang di klub untuk memastikan mereka bisa bekerja atas nama nilai-nilai tersebut.

Sebagaimana yang saya bilang, beberapa bulan ini bukanlah waktu yang mudah. Seperti pemain lainnya, saya ingin bermain sepak bola setiap menitnya bersama rekan setim.

Namun dalam hidup, sesuatu tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan. Kendati demikian, sangat penting untuk melihat hal-hal positif dalam kehidupan dan bukan yang negatifnya, itulah mengapa saya berusaha hidup tanpa penyesalan dan tak menyimpan dendam.
Berada di Arsenal itu bukan hanya sekadar sepak bola, melainkan tentang komunitas. Sebagaimana saya berusaha memberikan umpan di lapangan, saya mencoba menjadi bagian dari komunitas London semampu saya.

London Utara menjadikan saya sebagai salah satu dari bagiannya dan setiap musim saya terlibat dalam proyek-proyek berbeda, untuk membawa kebahagiaan kepada komunitas yang luar biasa ini. Meskipun saya harus meninggalkan London Utara, tapi hal-hal itu tidak boleh berhenti.

Ini mungkin menjadi akhir dari cerita kita, tapi hubungan saya dengan klub luar biasa ini tidak akan hilang. Saat ini bisa jadi adalah perpisahan, tapi tidak untuk selamanya.

Untuk seluruh fans Arsenal di seluruh dunia:

YaGunnersYa

Mesut.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya