Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga Jalan Tengah Bagi Faksi-faksi Di Golkar

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jalan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuju Pilpres 2024 memang tidak semulus yang dibayangkan. Meski panggung dan modal politik sudah dikantong, Menko Perekonomian itu harus tetap berhadapan dengan sejumlah faksi yang ada di tubuh beringin.

Dari segi politik, Airlangga cukup mumpuni menjadi calon presiden ke depan. Diketahui, Airlangga menjadi menteri dua periode di bidang perekonomian era Jokowi dan masih menjadi pemimpin Partai Golkar.

Hanya saja, peran senior-senior Partai Golkar seperti Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan, Agung Laksono, dan Aburizal Bakrie tidak boleh dikesampingkan oleh Airlangga.


Para pentolan beringin juga memiliki kepentingan siapa yang bakal dijagokan untuk penerus Jokowi di 2024 dari Golkar.

Namun begitu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai Airlangga merupakan jalan tengah di antara faksi-faksi di tubuh Partai Golkar. Faksi-faksi yang ada sendiri merupakan faktor yang membuat Golkar tetap menjadi partai besar.

“Airlangga ini selalu bisa menjadi jalan tengah di faksi-faksi yang bersaing di dalam Golkar,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/1).

Kehadiran Airlangga, sambung pria yang akrab disapa Hensat itu, berhasil membawa keteduhan bagi Golkar. Arilangga berhasil menyatukan kekuatan yang ada sehingga membat Golkar menjadi besar.

“Nah, jalan tengah bagi faksi-faksi ini ada di Airlangga. Karena Airlangga mendekat dengan nama-nama yang disebutkan tadi, JK, ARB, Luhut, Agung Laksono,” katanya.

Menurutnya, jika Airlangga dipilih menjadi calon presiden dari Golkar, maka keputusan itu tidak akan melukai pihak manapun di tubuh partai.

“Jadi kalau pilih Airlangga, itu memilih jalur yang tidak melukai faksi-faksi yang ada. Jadi jalan tengah. Itu kelebihan Airlangga,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya