Berita

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Beda Dari Sebelumnya, Kali Ini Revisi UU Pemilu Diinisiasi DPR RI

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 22:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

DPR RI melalui Komisi II mengambil inisiasi dalam melakukan revisi UU Pemilu yang saat ini tengah diharmonisasikan di Badan Legislasi.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyampaikan, latar belakang munculnya RUU Pemilu ini dikarenakan hampir setiap jelang pemilu pemerintah mengajukan perubahan UU Pemilu.

Doli mengatakan, bahwa ada satu perbedaan dari pembahasan kali ini. Yakni, inisiatif yang lebih dahulu diambil DPR RI.


“Ada situasi yang melatarbelakangi agak berbeda dengan RUU sekarang, pertama adalah ini kembali UU Pemilu ini diambil inisiatif ya oleh DPR, di dalam pembahasan revisi UU Pemilu beberapa waktu terakhir itu selalu diinisiasi oleh pemerintah,” ucap Doli dalam acara diskusi virtual bertajuk "Revisi UU Pemilu dan Pilkada 2022 Mungkin dan Urgenkah?", Minggu (24/1).

Legislator dari Fraksi Golkar ini menyampaikan, Komisi II ingin menciptakan politik dan demokrasi di Indonesia dengan wajah baru sesempurna mungkin melalui rancangan UU Pemilu.

Menurutnya, sistem politik di Indonesia agak unik dibandingkan negara lain. Di sejumlah negara pemilu hanya berlangsung sekali, sedangkan Indonesia berkali-kali.

“Pemilihan macam-macam ya walaupun sebetulnya UU 7/2017 yang disebut sebagai UU Pemilu ini teriri dari tiga UU yang disatukan antara UU Legislatif, Presiden dan penyelenggara pemilu yang sekarang jadi satu, yaitu UU 7/2017,” katanya.

“Nah sementara UU kedua adalah UU tentang pilgub dan pilwagub, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota yaitu UU 10/2018,” imbuhnya.

Berdasadkan pengalaman selama ini, lanjut Doli, bahwa pelaksanaan pemilu sebetulnya hampir tidak ada perbedaan dari pelaksanaan sistem dan pilkada.

“Maka kami menyepakati kedua UU ini kita satu rezimkan, yaitu UU Pemilu yang teriri dari pemilihan presiden, legislatif dan kepala daerah,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya