Berita

Gedung Mahkamah Konstitusi/Net

Politik

Keputusan PSU Dari MK Dikhawatirkan Berdampak Pada Sebaran Wabah

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 12:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menggelar sidang sengketa pilkada serentak pada 26 Januari 2021 mendatang diminta untuk menjadikan situasi pandemi sebagai bahan pertimbangan.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman berharap agar MK mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 pada sidang pendahuluan perselisihan pilkada.

Dicky memperingatkan munculnya klaster baru yang timbul sebagai akibat dari diadakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU), yang menjadi permintaan beberapa pemohon.


Menurut Dicky, pilkada serentak yang dilaksanakan pada awal Desember 2020 kemarin sudah cukup berdampak pada persebaran Covid-19.

Hal ini diperparah dengan libur akhir tahun, yang menyebabkan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia, hampir menyentuh angka satu juta yang terpapar.

“Kita ini udah serius banget (masalah pandemi), jadi kalau ada keputusan Pemilihan Suara Ulang, wah itu harus dipikirkan lagi dampaknya terhadap sebaran wabah. Bisa-bisa jadi klaster baru," tegas Dicky kepada wartawan, Minggu (23/1).

“Dampaknya saja masih sangat panjang, ini baru dampak awal, yang terburuk belum terlihat akibat pilkada,” imbuhnya.

Dicky yang juga seorang praktisi dan peneliti dari Global Health Security ini mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan adanya potensi klaster baru akibat PSU.

“Hakim harus mempertimbangkan ini sebelum memutuskan untuk lanjut memeriksa perkara. Hati-hati, jangan sampai kita semakin terpuruk karena pilkada yang tak kunjung usai. Ini bisa menjadi sebuah mimpi buruk,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya