Berita

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade/Net

Politik

Andre Rosiade: Sebaran Hoax Jadi Masalah Paling Berat Yang Bisa Ganggu Program Vaksinasi

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 15:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Informasi bohong alias hoax mengenai vaksin bisa mengganggu kelancaran program vaksinasi nasional yang sedang digencar pemerintah. Untuk itu, pemerintah dan Kementerian BUMN sebagai penyelenggara vaksinasi harus fokus dalam memerangi hox tersebut.

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menegaskan bahwa pemerintah sudah tampak serius dan bersungguh-sungguh dalam memerangi corona lewat vaksinasi. Dia juga yakin pemerintah tidak akan mengorbankan rakyatnya dalam program tersebut.

Namun demikian, Andre khawatir informasi bohong yang beredar bisa mengganggu program tersebut.


“Ini (hoax) yang paling berat," kata Andre kepada wartawan, Jumat (21/1).

Anggota Dewan Pembina Gerindra ini mengatakan banyak hoax bertebaran soal vaksin Covid-19. Dia mengungkap bahwa keluarganya kerap menerima pesan berisi hoax soal vaksin.

"Disebutkan di WA yang diterima istri saya, dokter spesialis ini menolak vaksin ini, atau ahli virus ini menolak vaksin ini, tapi sebenarnya nggak ada dokter atau ahli itu, ini yang bahaya dan harus kita perangi bersama," ujarnya.

Atas dasar itu, legislator asal Sumbar dari Fraksi Gerindira ini meminta Kementerian BUMN dan Bio Farma bergerak lebih optimal untuk memerangi hoax seputar vaksin. Hoax soal vaksin, kata Andre, harus dibendung dengan sosialisasi yang lebih maksimal.

"Vaksin cacar pun kalau kita divaksin kita bisa kena cacar juga. Setidaknya Vaksin ini membangun imun kita, kalau kita dilaksanakan jika kita kena COVID-19, bisa OTG atau gejala ringan saja," ujarnya.

"Karena itu kita harus bersama lawan hoax, sosialisasikan yang tepat. Vaksin ini bukan masalah ketidakmampuan vaksin kita, tapi informasi hoax yang berlebihan dan membahayakan bangsa dan negara," sambungnya.

Selain soal hoax, Andre juga bicara soal pentingnya pemanfaatan data penduduk dalam proses vaksinasi ini. Andre meminta data vaksinasi ini dijadikan big data yang bisa dimanfaatkan untuk pemilu ataupun pemberian bantuan.

"Soal big data, vaksin ini kan untuk seluruh orang Indonesia. Tolong lah data itu untuk big data kita, supaya besok tidak ada lagi seperti di medsos ada orang tidak dapat bantuan, pemilu bermasalah, BLT bermasalah. Tolong data vaksin ini dipakai untuk bangsa dan negara," tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya