Berita

Ketua DPD PKS Ngawi, Haryanto/RMOLJatim

Politik

Elektabilitas PKS Ngawi Diyakini Tak Akan Terganggu Oleh Pemecatan Kadernya

KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 16:06 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemberhentian anggota DPRD Kabupaten Ngawi, Siswanto, sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipicu oleh persoalan individu. Sehingga kondisi ini dinilai tidak akan merusak reputasi juga elektabilitas PKS.

"Sebenarnya begini, sedikit banyak ada masalah di PKS Ngawi ini, akan tetapi yang bermasalah itu bukan partai melainkan individu serta sifatnya personal kadernya," jelas Ketua DPD PKS Ngawi, Haryanto, Kamis (21/1), dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Ditambahkan Haryanto, PKS mempunyai mekanisme ketika ada kader yang mempunyai kesalahan kategori berat dibiarkan, maka dampaknya akan merusak citra partai itu sendiri.


Begitu pula sebaliknya, ketika PKS memberikan sanksi keras terhadap kadernya maka akan membawa nilai positif terhadap kelangsungan partai.

Sehingga, tindakan tegas seperti yang dialami Siswanto, reputasi dan performa PKS akan menjadi lebih baik ketika menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Diakui Haryanto, saat ini masyarakat selaku konstituen menilai PKS sebagai partai yang sangat menjaga marwahnya. Sesuai visinya menjadi partai dakwah yang kokoh dalam berkhidmat untuk umat, bangsa dan negara.

Dengan dasar itulah setiap kader PKS harus bersih, peduli, dan profesional.

Dengan demikian, setiap kader yang hadir ditengah masyarakat harus selalu berjuang untuk senantiasa istiqomah memegang karakter sesuai visi misi PKS.

"Jika ada kader yang mempunyai kesalahan dan pelanggaran berat yang tidak bisa kita toleransi maka dengan terpaksa kita amputasi. Agar tetap terjaga ritme sesuai marwah PKS," beber Haryanto.

Dijelaskan kembali oleh Haryanto, pemberhentian Siswanto sebagai kader PKS berujung pada lengsernya sebagai anggota DPRD Ngawi bukan atas dasar like and dislike.

Melainkan karena apa yang dilakukan Siswanto adalah sebuah pelanggaran berat atas dasar persoalan pribadinya yang telah menabrak AD/ART PKS.

"InsyaAllah PKS di Ngawi untuk ke depan lebih baik lagi bahkan sesuai target kita akan menambah kursi dari saat ini di legislatif," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya