Berita

anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani dalam diskusi bertajuk RUU Perlindungan Data Pribadi, Dapatkah Data Warga Terlindungi beberapa waktu lalu/RMOL

Politik

DPR Minta Polri Tindak Tegas Penyebaran Hoax Vaksin Covid-19

RABU, 20 JANUARI 2021 | 21:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penyebaran hoax mengenai vaksin Covid-19 harus ditindak serius oleh pihak kepolisian karena bisa menganggu upaya pemerintah meredam penyebaran virus corona.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani berkenaan dengan beredarnya video yang menyebut cairan vaksin Covid-19 yang disuntikan ke Presiden Joko Widodo tidak sampai habis. Tak hanya itu, ada pula yang menyebut vaksin Covid-19 memiliki komponen yang bisa melacak lokasi orang yang telah disuntik vaksin.

"Hoax seperti ini mengganggu dan bisa menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," kata Christina Aryani kepada wartawan, Rabu (20/1).


Christina mengaku sering mendapat pertanyaan dari konstituen yang khawatir dengan akibat dari penyuntikan vaksin Sinovac. Masyarakat resah karena banyak informasi bohong beredar di media sosial.

"Kami menyayangkan masih ada saja orang-orang yang menyebarkan hoax di tengah upaya keras yang dijalankan pemerintah untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19," ujarnya.

Christina mengatakan, situasi yang kita alami saat ini sangat serius. Kapasitas fasilitas kesehatan, terutama ICU di beberapa daerah sudah mendekati 100 %. Kasus positif Covid-19 secara nasional juga terus meningkat dan sudah mencapai 939.948 per hari ini.

Menurut Christina, vaksin merupakan salah satu cara untuk meredam lonjakan kasus. "Kami di Komisi I tahu pasti pemerintah berupaya keras menjalankan upaya diplomasi untuk memastikan ketersediaan vaksin bagi masyarakat," tuturnya.

Dia mengimbau agar masyarakat mendukung upaya yang dijalankan pemerintah. Seluruh elemen bangsa perlu bersama-sama melakukan segala daya upaya menghadapi situasi sulit ini.

"Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, cek dan kroscek ke otoritas yang mumpuni," tandas Christina.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya