Berita

Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni (kanan) bersama Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Senator Dorong Pemerintah Gratiskan Swab Antigen Untuk Sekolah Dan Kampus

RABU, 20 JANUARI 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gagasan belajar tatap muka mulai Januari 2021 menimbulkan beragam opini. Sebaran virus corona baru (Covid-19) yang semakin luas menjadi pertimbangan.

Namun, bagi sekolah dan kampus yang hendak melakukan proses pembelajaran tatap muka, sebaiknya hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satunya dengan kebijakan swab antigen sebelum hendak dilakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah ataupun kampus.


Demikian disampaikan Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, di Jakarta, Rabu (20/1).

"Persoalannya, terdapat keluhan apabila kewajiban swab antigen dilakukan, lalu bagaimana pembiayaannya swab-nya," kata senator asal Jakarta itu.

Sebab, tidak sedikit orang tua yang keberatan mengenai biayanya. Apalagi di tengah ekonomi yang tidak pasti saat ini.

"Dengan kata lain, tidak semua siswa dan mahasiswa memiliki finansial memadai jika setiap hendak melakukan aktivitas pembelajaran harus menyertakan hasil swab antigen," ujar dia.

Menyangkut hal ini, Sylviana Murni mendorong agar pemerintah melalui Kemenkes dan Kemendikbud melakukan subsidi. Jadi, digratiskan biaya swab antigen bagi pelajar dan mahasiswa yang hendak beraktivitas.

Subsidi ini akan mengurangi beban orang tua dalam proses pembelajaran. Apalagi, pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang wajib dijamin oleh negara.

"Usulan ini tidak memberatkan pemerintah karena tidak semua siswa dan mahasiswa mengikuti kegiatan pembelajaran. Ada pula yang memilih daring di rumah. Dengan begitu, pendidikan bisa tetap jalan tanpa terhambat finansial untuk swab antigen," demikian Sylviana Murni.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya