Berita

Calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi, Komjen Listyo Sigit Prabowo/RMOL

Politik

DPR Diminta Gali Cara Kapolri Baru Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM Soal Kematian Laskar FPI

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 03:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Saat menjalani fit & proper  test calon Kapolri, Komisi III DPR diminta menyinggung soal hasil investigas Komnas HAM tentang kematian 6 laskar Front Pembela Islam.

Demikian saran pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhtar Said merespons agenda fit & proper test calon tunggal Kapolri yang akan dilakukan pekan ini.

Menurut dosen yang karib disapa Said ini, Komnas HAM telah menyimpulkan bahwa kasus tembak menembak yang berujung kematian 6 laskar FPI merupakan pelanggaran HAM.


Atas dasar itulah, pendapat Said, Komisi III DPR perlu menggali lebih jauh bagaimana calon Kapolri menindaklanjuti temuan Komnas HAM.

"Harus digali adalah bagaimana Calon Kapolri  menindaklanjuti temuan Komnas HAM terkait kematian 6 anggota FPI, karena dalam temuan Komnas Ham menyatakan ada pelanggaran ham bagi petugas," demikian kata Said kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (17/1).

Selain itu, saran Said, DPR juga perlu menggali bagaimana nantinya proses pelayanan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri baru. Khususnya, terkait dengan mudahnya penindakan bagi elemen sipil yang melakukan kritik pada penguasa.

"Bagaimana menanggapi pelayanan polri terhadap keamanan bagi masyarakat sipil yang saat ini mudah untuk ditindak hanya karena melakukan kritik kepada penguasa," demikian kata Said.

Komisi III DPR, dijelaskan kandidat Doktor Hukum Universitas Brawijaya ini harus dapat memastikan bagaimana Kapolri baru benar-benar menjalankan tugas pokok kepolisian. Salah satunya memeliharan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," demikian kata Said.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo diajukan Presiden Jokowi menjadi calon tunggal Kapolri.

Komisi III DPR RI rencananya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan pada pekan ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya