Berita

Calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Jika Dilantik, Listyo Sigit Prabowo Akan Tembus Rekor Kapolri Termuda

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 05:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menyampaikan penegakkan hukum ada korelasinya dengan martabat negara di mata masyarakat.

Demikian disampaikan Nasir dalam acara diskusi virtual dalam acara diskusi virtual Indonesia Leader Talks, bertemakan Kapolri: "Antara Titipan atau Idaman?," Jumat malam (15/1).

“Jadi penegakan hukumnya memberikan kepastian kemanfaatan dan keadilan, maka martabat negara akan semakin tinggi di mata rakyatnya dan kepercayaan rakyat terhadap negaranya akan semakin kuat,” ucapnya.

Dijelaskan Nasir calon Kapolri baru, yakni Komjen Listyo Sigit Prabowo diprediksi bakal berjalan mulus. Bahkan Sigit akan meraih rekor sebagai Kapolri termuda.

Jenderal bintang tiga jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1991 itu diketahui saat ini berusia 51 tahun.

“Beliau beda dengan yang lainnya, dinilai usianya lebih muda saat Tito Karnavian dicalonkan jadi Kapolri. Ada yang menyampaikan rekor juga di Kepolisian di bawah usia 51 Komjen Sigit dicalonkan menjadi Kapolri,” katanya.

Jika merujuk pada Pasal 11 UU 23, kata Nasir, yang bisa menjadi Kapolri di samping perwira aktif, dia juga memperhatikan jenjang karir perwira tinggi tersebut.

“Kalau kita lihat Komjen Sigit sudah bintang tiga, maka dia memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam UU. Tapi memang agak berbeda setelah Tito. Jadi, ketika Tito dicalonkan ada lima angkatan yang dilompati,” katanya.

Pada saat masa jabatan Tito Karnavian berakhir, lanjut Nasir, Presiden Joko Widodo kembali mencari calon Kapolri seperti urut kacang.

“Artinya, mengambil angkatan 88 Pak Idham Azis, sementara Wakapolri Pak Gatot itu 88B. Ketika mencalonkan Kapolri menggantikan Idham Azis, Presiden melompat lagi, ke angkatan 91, jadi ada beberapa angkatan yang dilewati, angkatan 88B, 89, dan 90,” ujarnya.

Meski dalam UU,  tidak ada pembahasan khusus mengenai syarat batas usia dan angkatan, Nasir mengatakan ada pengecualian jika dia perwira tinggi yang masih aktif dan memperhatikan jenjang karir yang bersangkutan.

Kata Nasir, usai Kapolri Tito purna tugas tradisi polisi memberi kesempatan ke setiap angkatan untuk mencari sosok tepat yang layak memimpin Korps Bhayangkara.

“Tidak misalnya setelah 88 misalnya 89 . Salama ini memang setelah Pak Tito dicalonkan berlangsung seperti urut kacang dan itu seperti konvensi yang ada di tubuh Kepolisian RI,” tandasnya.

Politisi asal Aceh itu memberi perhatian tentang mudanya usia Sigit. Meski demikian Nasir meyakini mantan ajudan Presiden Jokowi itu pasti menyeimbangkan di dalam instistusinya.

“Oleh karena itu, dalam pandangan saya memang tidak mudah bagi Sigit karena usianya yang masih muda. Tentu,  dengan pengalamannya dia berusaha menjaga keseimbangan di tubuh Polri,” tandasnya.

Populer

Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:14

Guru Besar Atomi University Jepang: Indonesia Salah Satu Benteng Demokrasi Di Asia Tenggara, Sayangnya Mundur

Senin, 22 Februari 2021 | 20:17

Sudah Di Meja Jokowi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Dikabarkan Salah Satu Yang Bakal Dicopot

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:42

Jokowi Tidak Perlu Dihukum Dan Habib Rizieq Bisa Diangkat Jadi Duta Prokes

Jumat, 26 Februari 2021 | 10:38

Kemang Banjir, JK: Gubernur Yang Kasih Izin Mall Harus Tanggung Jawab

Jumat, 26 Februari 2021 | 15:39

Pindah Ibu Kota Tidak Sesuai Dengan Omongan Jokowi ‘Atasi Banjir Lebih Mudah Jika Jadi Presiden’

Senin, 22 Februari 2021 | 08:54

Jokowi Dikerubung Warga, Iwan Sumule: Rakyat Dihukum, Rakyat Diminta Maklum

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:53

UPDATE

Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, Prof Abdul Mu'ti: Pemerintah Harus Lebih Sensitif Masalah Akhlak

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:57

Rembuk Nasional Perunggasan Nasional VIII Canangkan Gerakan Makan Ayam Dan Telur

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:39

Tidak Ada Studi Menyatakan Investasi Miras Sejahterakan Rakyat, Justru Bebani Ekonomi Hingga 5,44 Persen PDB

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:38

Wagub Jakarta Minta Masyarakat Tenang Tanggapi Kabar Varian Baru Covid-19

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:32

Pandemi Belum Berakhir, Tokoh Papua Ingatkan Pentingnya Menjaga Keutuhan NKRI

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:27

Pakar Hukum: Kerumunan Di Maumere Spontan, Tak Ada Unsur Pidana

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:27

Mahasiswa Untirta Meninggal Usai Diklat Mapala, Begini Penjelasan Kampus

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:11

Yusril Ihza Mahendra: Jokowi Harus Terbitkan Perpres Baru Pengganti 10/2021

Selasa, 02 Maret 2021 | 21:48

Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ARB Dukung Mubes Kosgoro 1957 Di Cirebon

Selasa, 02 Maret 2021 | 21:43

Secara Jumlah Mirip Satu Tahun Lalu, Tapi Yang Ditemukan Hari Ini Kasus Varian Baru Covid-19 Dari Inggris

Selasa, 02 Maret 2021 | 21:28

Selengkapnya