Berita

Kakak kandung Isti Yudha, Billian Purnama Oktora/RMOLBanten

Nusantara

Berhasil Diidentifikasi, Pramugari Nam Air Penumpang SJ-182 Dimakamkan Besok Siang

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 02:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tim DVI Mabes Polri kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu, Sabtu lalu (9/1).

Diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, jenazah yang berhasil teridentifikasi yakni warga Tangerang Selatan yang berprofesi sebagai pramugari Nam Air, Isti Yudha Prastika.

Kabar duka tersebut datang dari kakak kandung Isti, Billian Purnama Oktora. Dan jenazah akan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un telah berpulang anak kami, kaka kami, adik kami, saudari kami, keluarga kami atas nama Isti Yudha Prastika. Insya Allah pada Sabtu,16 Januari 2021, Ba'da Dzuhur akan dimakamkan di TPU Pondok Petir," ujar Billi seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Jumat (15/1).

Sebelum dikebumikan, jenazah Isti akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Nurul Hasanah.

"Namun sebelumnya, atas permintaan keluarga, Almarhumah akan di salatkan jenazah kan kembali setelah salat dzhuhur di Masjid Nurul Hasanah, Komplek Reni Jaya RW 06 Pondok Benda, Pamulang, Tangsel," ungkapnya.

Isti meninggalkan seorang suami bernama R Hendra Rachmad Hamdana dan belum diberikan momongan.

Pramugari Nam Air, Isti Yudha Prastika menjadi korban pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sore (9/1).

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya