Berita

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan/RMOLSumut

Politik

Ingin Kembangkan Sport Tourism, Menparekraf Diminta Tidak Lupakan Eco Tourism

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 16:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif tidak boleh melupakan pengembangan eco tourism di sela pengembangan sport tourism yang menjadi rencana masa depan pariwisata Indonesia.

Hal ini disampaikan anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, yang juga  mengingatkan kalau Indonesia memiliki hutan tropis terbaik di dunia setelah Brasil.

"Tentunya harus dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Apalagi, kekayaan keanekaragaman hayati yang ada di hutan tropis itu tidak dimiliki negara lain. Untuk itu, eco tourism harus dimanfaatkan," ujarnya, dalam rapat kerja perdana dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, di Gedung DPR RI, Kamis (14/1).


Sofyan Tan yang juga dikenal sebagai pegiat lingkungan hidup ini mencontohkan, Sumatera Utara (Sumut) mempunyai Taman Nasonal Gunung Leuser. Di hutan itu ada orangutan Sumatera yang merupakan satu-satunya spesies di dunia.

Dengan fakta ini, menurutnya, konsep eco tourism bisa menjadi landasan pengembangan sport tourism. Mengingat banyak spot wisata luar ruang yang bisa dijadikan lokasi olahraga.

“Saya bersama ibu Kiki (Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan) sudah melakukannya di Danau Toba. Kami gowes bersama pengusaha yang biasanya kalau liburan ke luar negeri, tetapi sekali ini liburan di Danau Toba sambil gowes. Dan hasilnya, mereka ada yang invest di Danau Toba,” terangnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Hanya saja, lanjut Sofyan, ada persoalan besar di Danau Toba yang harus ditangani Sandi sebagai Menparekraf yang baru. Yakni bagaimana membiasakan masyarakat lokal untuk menerima kehadiran investor, yang sesungguhnya memberi dampak positif bagi masyarakat. Dan masalah ini menurutnya belum ada yang mampu menyelesaikan.

“Termasuk juga Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) yang hanya menjadi pajangan itu, yang bahkan tidak bisa ‘memegang’ tujuh kepala daerah yang mengelilingi Danau Toba,” sesalnya.

Karena itu, ia berharap Sandiaga Uno sebagai Menteri yang memiliki latar belakang pengusaha sukses akan mampu mengatasi masalah ini.

“Saya harus optimistis Pak Jokowi tidak salah pilih, dan Mas Menteri bisa menyelesaikan masalah ini. Jika Danau Toba bisa bangkit, maka empat destinasi superprioritas lainnya bisa berhasil,” tegas Sofyan Tan.

Dalam rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi X, Saiful Huda, Menparekraf/Baparekraf Sandiaga Uno yang didampingi Wakil Menparekraf/Wakil Baparekraf Angela Tanoesoedibjo menyebutkan, kementerian sudah menyiapkan platform program yakni Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Semua platform program tersebut, akan dilakukan dalam semangat 3G yakni Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspol (garap semua potensi lapangan kerja). Ditambah 4 K (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Keberlanjutan lingkungan) dan 5 destinasi superprioritas.

“Khusus untuk Danau Toba, rekan-rekan dari Kementerian PUPR sudah berinovasi dalam penataan yang futuristik, seperti pembenahan Pelabuhan Ajibata, penataan Kawasan Parapat yang sudah 90-an persen, dan penataan kawasan dermaga Tomok,” terangnya.

Dengan pembenahan ini, Sandiaga berharap, sebagai daerah pariwisata superprioritas, Danau Toba bisa menjadi destinasi wisata berkualitas.

“Ada Pak Tan, ada Prof Djohar asal Sumut di sini, jadi kita mesti kerja keras. Ini satu dari destinasi superprioritas kita,” kata Sandi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya