Berita

Seorang anak terjepit di antara bangunan yang roboh/Repro

Nusantara

Gempa Majene Robohkan Kantor Gubernur Sulbar Dan Rumah Sakit

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 07:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene pada Jumat dini hari (15/1) dilaporkan sudah merobohkan Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju. 

Gempa yang terjadi di 6 kilometer timur laut Majene dengan kedalaman 10 kilometer itu juga merusak parah hotel dan rumah sakit.

Enam orang dilaporkan masih tertimbun reruntuhan Rumah Sakit Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju. Mereka adalah perawat, pasien, dan keluarga pasien.


Saat ini, seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Lampung, warga masih menunggu di luar rumah karena khawatir dengan adanya gempa susulan.

Gempa yang terjadi saat ini adalah gempa susulan. Sebelumnya, Majene juga diguncang gempa magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1).

Gempa juga dirasakan oleh warga di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa yang berjarak ratusan kilometer dari Majene.

Di media sosial, akun Twitter @prince_corner mengunggah sebuah video seorang anak perempuan yang terjepit reruntuhan rumahnya. Di dalam video juga terdengar seorang pria menyebut terdapat empat korban yang sudah ditemukan tetapi sulit dievakuasi.

"Tolong mereka @SAR_NASIONAL," begitu keterangan unggahan tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami dari BMKH, Bambang Setiyo Payitno mengimbau agar warga menghindari bangunan yang retak dan tetap tenang.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya