Berita

Ilustrasi Bandara Soetta/Net

Politik

Aturan Larangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang Hingga 25 Januari

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 21:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Satuan tugas penanganan virus corona baru (Covid-19) memutuskan memperpanjang aturan larangan WNA masuk ke Indonesia. Termasuk warga negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri. Tujuannya untuk mencegah penularan Covid-19.

Aturan itu tertuang pada Surat Edaran 2/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi Covid-19 berlaku mulai 15 hingga 25 Januari 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan upaya dilakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penyebaran berkembangnya Covid-19 varian B117 yang berasal dari Inggris.


Virus varian baru iru yang lebih mudah menular.

“Kami memperpanjang pelarangan WNA masuk ke Indonesia dan mengatur WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri dengan mengatur lebih rinci mengenai ketentuan karantina bagi WNA, “ ujar Doni.

Meski demikian, Doni menjelaskan, pelarangan bagi WNA masuk ke Indonesia dikecualikan bagi pemegang izin tinggal diplomatik dan tinggal dinas.

Selain itu, pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) serta WNA dengan pertimbangan dan izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Para WNA yang boleh masuk harus mentaati beberapa ketentuan, diantaranya wajib melakukan tes PCR di negara asal.

Setelah tiba di Indonesia, WNA diminta melakukan karantina selama 5 hari.  Mereka juga diwajibkan membiayai sendiri biaya akomodasinya.

"WNA harus menjalankannya dengan biaya mandiri di tempat akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina dari Kementerian Kesehatan," demikian penjelasan aturan pelarangan WNA terbaru itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya