Berita

Flight Data Recorder (FDR), bagian dari black box Sriwijaya Air SJ-182/RMOL

Nusantara

Walau Black Box Tidak Lengkap, Analisa Kecelakaan Sriwijaya Air Masih Bisa Dilakukan

RABU, 13 JANUARI 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tim gabungan yang dikerahkan untuk mencari puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sejauh ini telah berhasil menemukan satu dari dua black box.

Bagian black box yang sudah ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR), sementara Cockpit Voice Recorder (CVR) masih dalam proses pencarian.

FDR sendiri merekam data penerbangan milik pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu lalu (9/1). Sedangkan CVR berisi rekaman suara di kokpit.


Analis penerbangan John Brata menuturkan, penemuan black box Sriwijaya Air memang belum lengkap, tapi masih dapat dianalisis untuk menentukan apa yang terjadi pada pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.

"Tidak lengkap, tapi sudah lumayan. Asal datanya tidak rusak, bisa dianalisis," ujarnya, seperti dikutip dari ZonaTerbang.id, Rabu (13/1).

Ia menjelaskan, bentuk data FDR sendiri seperti elektrokardiogram (EKG) yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi jantung.

"Perlu dibaca orang yang sudah dilatih," sambungnya.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyebut, memerlukan waktu dua hingga lima hari bagi pihaknya untuk mengunduh data FDR.

Sementara itu, menurut John Brata, jika KNKT tidak bisa melakukan analisis, maka black box akan dikirim ke Singapura atau Amerika Serikat (AS).

Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh sendiri merupakan Boeing 737-500. Pesawat membawa 62 orang, terdiri dari 56 penumpang dan 6 kru ketika hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya