Berita

Dokter medis, Tifauzia Tyassuma/Net

Politik

Tifauzia Tyassuma Pilih Bersabar Menunggu Vaksin Merah Putih Ketimbang Disuntik Vaksin Asing

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 12:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penolakan terhadap vaksin impor terus dilakukan jelang vaksinasi yang akan dimulai dengan penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu besok (13/1). Salah satu yang menolak keras adalah dokter medis, Tifauzia Tyassuma.

Dr. Tifa bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak mengizinkan siapapun disuntik dengan vaksin corona yang diproduksi asing. Namun hal itu bukan berarti Tifa anti dengan vaksinasi, dia hanya ingin agar pemerintah mengutamakan penggunaan vaksin merah putih.

“Saya tidak mengizinkan siapapun juga, walau dengan todongan pistol sekalipun, walau dengan ancaman saya dipecat sekalipun, walau dengan ancaman denda sekalipun, walau dengan ancaman pidana sekalipun, untuk menyuntikkan vaksin corona, selain vaksin merah putih,” ujarnya dalam akun Facebook pribadi yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL pada Selasa (12/1).


Tifa mengaku tidak masalah dengan efek samping atau bahkan potensi kematian yang bisa saja ditimbulkan oleh vaksin merah putih. Baginya, hal itu lebih baik ketimbang tubuhnya dimasuki vaksin asing yang juga memiliki kualitas tidak lebih baik.

“Seandainya saya mati karena vaksin merah putih, setidaknya kematian saya berjasa, untuk membuat peneliti vaksin merah putih, memperbaiki kualitas vaksin tersebut, agar tidak terjadi lagi pada diri orang lain,” tekannya.

Atas dasar itu, Tifa yang di dalam biodatanya menyebut diri sebagai ilmuwan dan juga seorang penulis ini akan dengan sabar menunggu kehadiran vaksin merah putih. Selama menunggu, dia akan dengan sabar menerapkan protokol kesehatan super ketan dan dengan kehati-hatian tingkat tinggi.

“Sampai vaksin merah putih jadi, dan siap diedarkan, dan siap digunakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tifa menekankan bahwa program vaksinasi tidak boleh disertai dengan ancaman kepada rakyat. WHO, katanya, telah menegaskan bahwa vaksinasi merupakan program sukarela, bukan program mandatory.

Singkatnya, Tifa ingin mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah menyediakan vaksin terbaik, memberikan edukasi terbaik, memberikan pemahaman terbaik.

“Bukan memberikan ancaman dan hukuman kepada rakyatnya. Kalau ada rakyat yang cedera, Saya mau tanya kepada Presiden, kepada Menteri Kesehatan, tanggung jawab apa yang bisa Anda berikan kepada penerima vaksin? “ tegasnya.

“Sekali lagi saya tegaskan di sini. Saya tidak anti vaksin. Tetapi saya tidak mau disuntik vaksin selain vaksin dari virus asli Indonesia, vaksin yang dibuat oleh bangsa Indonesia sendiri,” demikian Tifa.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya