Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny K. Harman/Net

Politik

Benny Harman: Hukum Kini Tumpul Ke Atas Dan Hanya Tajam Ke Bawah

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penegakan hukum di Indonesia masih dipertanyakan. Hukum dinilai masih pandang bulu dan hanya menyasar kelompok bawah yang berseberangan dengan penguasa.

Begitu kira-kira pesan yang hendak disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny K. Harman lewat akun Twitter pribadinya, Selasa (12/1).

“Hukum kini tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah,” ujarnya.


Benny mencontohkan penegakan hukum dalam kasus korupsi. Hukum tampak tumpul jika yang terlibat korupsi berasal dari partai penguasa. Sementara jika yang terlibat korupsi dari partai luar pemerintah, maka penegakan hukum terkesan sangat tajam.

“Contoh? Kalau yang terlibat korupsi berasal dari partai penguasa pasti aman.Tak bisa disentuh tangan hukum. Tapi kalau yang berseberangan dengan penguasa, hukum sontak jadi tajam bagai sembilu,” tuturnya.

“Itulah awal dari robohnya keadilan. Liberte!” sambung anggota Komisi III DPR tersebut.

Lebih lanjut, Benny Harman meminta penguasa untuk tidak pernah melupakan sejarah. Termasuk sejara bangsa Indonesia sendiri. Di mana kehebatan dan kekuatan sebesar apapun yang memproteksi sang diktator, termasuk militer dan para cukong sekalipun, dia tidak pernah bisa bertahan.

“No room and it is time for the strong leader to go. Rakyat Monitor!” tekannya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya