Berita

Peralatan yang dikirim oleh Korea Selatan untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air/Ist

Nusantara

Korsel Kirim Kapal Riset Hingga Tim Ahli Untuk Bantu Cari Pesawat Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 15:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Korea Selatan memberikan bantuan untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1).

Melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta, Korea Selatan menyatakan telah memberikan bantuan berupa kapal riset (ARA) dan alat pendeteksi keadaan bawah laut yang saat ini tengah dioperasikan oleh Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).

Seoul juga memberikan tenaga ahli untuk mengoperasikan alat tersebut guna mempercepat proses pencarian korban dan pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.


"Pemerintah Korsel segera mengambil keputusan untuk menyalurkan bantuan tersebut atas permintaan darurat dari Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemen Marves RI Safri Burhanuddin pada Sabtu," ujar kedutaan dalam keterangannya yang dikutip dari ZonaTerbang.id, Senin (11/1).

Kedutaan menuturkan, kapal ARA merupakan kapal boat berbobot 12 ton yang dikirim ke Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan untuk program survel awal kawasan pesisir Cirebon dalam skema Overseas Development Assistance (ODA) senilai 5 miliar won.

Kapal tersebut dilengkapi oleh Multi-Beam Echo Sounder Sub-Bottom Profiler atau alat yang dapat mendeteksi kondisi dasar laut dengan lebih presisi 10 kali lipat dan memiliki kecepatan observasi dua kali lipat dibanding alat lainnya.

"Kapal ARA didesain secara khusus untuk melakukan riset laut dangkal. Oleh karenanya, diharapkan kehadiran kapal ARA tersebut dapat sangat membantu dalam proses pencarian yang dilakukan," terang kedutaan.

Selain itu, Korea Selatan juga mengerahkan 15 orang ahli, termasuk Kepala MTCRC Park Hansan. Mereka terdiri dari kapten kapal riset, tiga awak kapal, lima tenaga ahli operasi, dan tujuh tenaga ahli pendataan.

Saat ini, kapal dan para tenaga ahli telah diberangkatkan ke pelabuhan Tanjung Priok dari Pelabuhan Cirebon pada Senin pukul 4.30.

Bantuan dari Korea Selatan akan dikerahkan ke lokasi dugaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada Senin (11/1) sore atau Selasa (12/1) bersama dengan tim Basarnas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya