Berita

Foto Bandara/Net

Kesehatan

Keluarkan Beleid Baru, Kemenhub Hapus Batasan Kapasitas Penumpang Pesawat 70 Persen

SABTU, 09 JANUARI 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kapasitas penumpang pesawat di masa pandemi Covid-19 yang dibatasi oleh pemerintah sebanyak 70 persen maksimal kapasitasnya dihapus dengan aturan terbaru Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baru-baru ini, Kemenhub menerbitkan Surat Edaran (SE) 3/2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalnaan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Di dalam beleid tersebut, Kemenhub menetapkan pengaturan batasan penumpang yang boleh mengisi tempat duduk di pesawat di hapus dari yang ada di aturan sebelumnya.


Ketetapatan itu diatur di dalam poin 5, yang menyebut ketentuan menjaga jarak di dalam pesawat bagi kategori jet transport narrow body dan wide body untuk kegiatan niaga berjadwal.

"Sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang (seating arrangement) berdasaran karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut (load factor) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 angka 4, huruf a, butir 12), tidak diberlakukan dengan tetap menyediakan tiga baris kursi yang  diperuntukan sebagai area  karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19," bunyi beleid itu, Sabtu (9/1).

Adapun syarat-syarat lain di dalam aturan Kemenhub ini bagi penumpang  pesawat adalah terkait syarat dokumen dan teknis perjalanan.

Di antaranya, dokumen persyaratan kesehatan berupa surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam atau rapid tes yang diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Persyaratan tersebut berlaku bagi penumpang penerbangan angkutan udara perintis, penerbangan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan penumpang anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.

Selain itu, bagi mereka yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat wajib mengisi aplikasi e-HAC untuk dutunjukkan kepada petugas kesehatan pada bandar udara tujuan.

Adapun terkait syarat teknis yang diatur beleid ini meliputi, wajib menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kemudian, tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan.

Serta, tidak diperkenankan untuk mekan dan minum sepanjang perjalanan yang daya tempuhnya selama kurang dari dua jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan kesehatan orang tersebut.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya