Berita

Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana/Net

Politik

Plt Walikota Surabaya Keberatan Wilayahnya Masuk Dalam PSBB Jawa-Bali

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk sejumlah wilayah di Jawa-Bali tak sepenuhnya direspons positif oleh para kepala daerah.

Salah satunya adalah Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, yang keberatan bila Kota Surabaya harus menerapkan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Jawa Timur.

Sebab dalam beberapa hari ini sudah terlihat ada penurunan angka kasus, usai kenaikan angka di momen liburan Natal dan tahun baru (Nataru) beberapa waktu lalu.


Sejauh ini, pihak Pemkot Surabaya belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan PSBB Jawa-Bali.

"Saat mendapati informasi dari Wakil Gubenur Jatim, saya sangat keberatan. Sementara di wilayah Jawa Timur ada empat kabupaten kota yang zona merah tapi tidak diterapkan PSBB. Itu tadi yang juga saya proteskan," kata Whisnu Sakti Buana dikutip Kantor Berita RMOLJatim usai rapat koordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Rabu malam (6/1).

Ia menjelaskan, apabila dilakukan PSBB di Jatim, maka secara menyeluruh kabupaten/kota di Jatim juga harus menerapkan. Itu yang akan disepakati oleh semua pihak.

Akan tetapi apabila peraturan ini hanya diterapkan secara parsial di wilayah yang cenderung membaik beberapa hari ini, maka yang dikhawatirkan adalah banyaknya pasien dari luar kota yang dilimpahkan.

"Apalagi melihat penanganan kita baik. Kan kita jadi ketiban sampur. Kita tidak hanya melihat sisi penanganan Covid-19 saja, tetapi ada dampak yang lebih luas lagi," tegasnya.

Meskipun penanganan pandemi ini dinilai cukup bagus, akan tetapi ke depan Pemkot Surabaya lebih memaksimalkan peran Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo bersama-sama dengan jajaran Polri dan TNI.

Bahkan dia menyebut, jika diperbolehkan usul ke pusat, Surabaya tidak diberlakukan aturan terbaru tersebut yang mulai diterapkan pada 11-25 Januari 2020 mendatang.

"Kita juga masih ada waktu untuk mengusulkan hal ini ke pusat. Intinya kita akan berusaha yang terbaik untuk Kota Pahlawan," pungkas Whisnu.

Berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo terkait kota yang diminta untuk menerapkan PSBB di Jawa Timur adalah Malang Raya dan Surabaya Raya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya