Berita

Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini/Net

Nusantara

Bukan Karena Blusukan Risma, Ini Kata Kadinsos Jakpus Soal PMKS Di Jakarta

RABU, 06 JANUARI 2021 | 17:01 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin-angin membantah jika maraknya tunawisma di Jakarta belakangan ini akibat blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Menurutnya, fenomena penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) alias gelandang bukankah hal baru di Jakarta.

"Fenomena gelandang ini kan memang sudah ada. Ditambah lagi dengan keadaan Covid-19 ini. Banyak yang jatuh miskin," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (6/1).


Ngapuli pun mengaku sudah berkordinasi dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat untuk menjaring para tunawisma di wilayahnya.

Selanjutnya, seluruh gelandangan yang sudah terjaring itu akan didata dan dilakukan pengetesan Covid-19.

"Dalam situasi pandemi ini kan kita harus waspada dalam melakukan penjangkauan. Kita kan tidak tau dia positif atau tidak," jelasnya.

Ngapuli pun memastikan pihaknya akan melakukan pembinaan jika mereka memang benar gelandangan yang tak mempunyai tempat tinggal.

Kepada masyarakat, ia juga mengimbau agar tidak sembarangan memberikan uang di jalan. Hal ini guna menyadarkan dan mengurangi keberadaan PMKS.

"Jakarta ini kan madunya banyak, jadi orang datang. Karena di sini orang pura-pura bawa kardus, ada aja yang ngasih (uang)," jelasnya.

"Kepada masyarakat jangan memberi di jalan. Supaya masyarakat itu sadar dan tidak lagi di jalan," pungkas Ngapuli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya