Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Kesehatan

Jadi Orang Pertama Divaksinasi, Jokowi: Saya Ingin Tunjukkan Vaksin Covid-19 Aman

RABU, 06 JANUARI 2021 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 bukan tanpa alasan.

Dalam acara pemberian Bantuan Modal Kerja bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil, Kepala Negara mengungkapkan alasan utamanya untuk menjadi kelompok penerima pertama suntikkan vaskin yang dimulai pekan depan.

"Insya Allah Minggu depan ini dimulai. Sudah dimulai disuntik vaksin. Nanti yang pertama kali disuntik saya. Saya ingin menunjukkan bahwa vaksinnya aman," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, yang dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/1).


Vaksin yang diyakini aman, disebutkan Jokowi, adalah ketika sudah melewati tahapan uji klinis. Oleh karenanya dia menegaskan vaksin yang akan diberikan nanti aman dan efektif untuk menciptakan kekebalan tubuh.

"Karena sudah melalui uji klinis tidak hanya sekali-dua kali, sudah diuji," tegasnya.

Disamping itu, mantan Wali Kota Solo ini juga memastikan pemerintah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin asal China, Sinovac, dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).

"Tapi ini kita masih menunggu hasil pengujian, nanti akan keluar izin darurat penggunaan dari BPOM dan kita harapkan minggu ini atau minggu depan keluar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan pihak-pihak lain yang akan menjadi kelompok penerima pertama vaksin Covid-19, selian dirinya dan juga para menteri dan atau kepala lembaga kabinet Indonesia Maju.

"Setelah itu, sehari mungkin atau dua hari setelah itu, langsung saya yang disuntik yang pertama vaksinnya. Kemudian dokter dan perawat, kemudian seluruh masyarakat. Saya harapkan, setelah divaksinasi ini, keadaan mulai kembali normal kalau sudah 70 persen penduduk Indonesia disuntik vaksin," tuturnya.

"Kita hitung 70 persen itu ketemunya 182 juta yang harus disuntik. Bapak-Ibu bisa bayangin kita harus nyuntik 182 juta orang. Selesainya kapan, ya kan? Tapi kita akan kerja keras terus, kita berharap nanti kurang-lebih insyaallah bisa kita selesaikan," demikian Joko Widodo.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya