Berita

Presiden Joko Widodo dalam Ratas hari ini/Repro

Kesehatan

Vaksinasi Dimulai Pekan Depan, Jokowi Perjelas Target Dan Strategi Pengadaannya Untuk Seluruh Daerah

RABU, 06 JANUARI 2021 | 12:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tahap pertama proses vaksinasi Covid-19 yang dimulai pekan depan diperjelas oleh Presiden Joko Widodo, khusunya mengenai target dan strategi pengadaan untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama seluruh menteri dan atau kepala lembaga serta kepala daerah, yang digelar secara langsung dan virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).

"Vaksinasi ini akan dimulai minggu depan dan saya melihat distribusi dimulai hari Minggu, hari Senin kemarin, hari Selasa sudah mulai masuk ke daerah. Itu baru tahapan pertama," ujar Jokowi yang dikutip melalui siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden.


Untuk target distribusi vaksin, Jokowi memaparkan, pada bulan Januari akan dibagikan 5.800.000 vaksin ke daerah provinsi secara merata. Kemudian, bulan Februari 10.450.000 vaksin, dan bulan Maret 13.300.000 vaksin.

"Dan (setelah didistribusi) harus bisa dilaksanakan vaksinasinya oleh daerah-daerah. Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang," kata Jokowi.

Untuk strategi pengadaan vaksin yang telah disiapkan pemerintah, mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan sejumlah perusahaan vaksin luar negeri yang sudah menandatangani komitmen dengan Indonesia.

"Yang firm order dari Sinovac itu 3 juta ditambah 122.500.000. Kemudian dari Novovax itu 50 juta, dari Covax Gavi itu 54 juta, dari AstraZeneca 50 juta, dari Pfizer 50 juta vaksin," beber Jokowi.

"Artinya jumlah totalnya yang telah firm order itu 329.500.000 vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh menteri kesehatan. Oleh sebab itu saya minta kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi ini betul-betul agar dicek dan dikontrol oleh para gubernur," tandasnya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya