Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Politik

DPR Minta BPOM Informasikan Status EUA Vaksin Sinovac

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 11:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

BPOM diminta untuk menginformasikan status emergency use authorization (EUA) terkait vaksin Sinovac.

Sebabnya, 3 juta vaksin yang sudah diimpor saat ini sudah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Selasa (5/1).


"Oleh karena itu, EUA mestinya sudah jelas sebelum nantinya dilakukan vaksinasi," tegasnya.

Apabila belum selesai, menurut Saleh, setidaknya BPOM bisa menjelaskan sejauh mana hasil kerja mereka.

"Tentu proses pelaksanaan vaksinasi akan tetap menunggu izin dari BPOM," ujar dia.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan bahwa EUA penting untuk disampaikan ke publik mengingat masih banyak masyarakat yang khawatir divaksin.

Masyarakat kata Saleh, menunggu penjelasan terkait mutu, manfaat, dan keamanan vaksin. Hal itu yang mesti dijelaskan juga oleh pemerintah.

"Bolanya sekarang ada di BPOM. Mereka juga harus berpacu dengan waktu. Dengan hasil kerja BPOM, masyarakat diharapkan akan lebih percaya dan rela untuk ikut vaksinasi," tuturnya.

Menurut Ketua Plh Fraksi PAN DPR ini, program vaksinasi ini gratis sehingga perlu ada penjelasan dari BPOM.

"Dikhawatirkan masyarakat nanti malah pada tidak bersedia divaksin. Itu akan menimbulkan persoalan sendiri. Dengan begitu, ada waktu yang cukup untuk mensosialisasikannya ke masyarakat," kata Saleh.

Lebih lanjut Saleh menghimbau, kepada masyarakat untuk tidak sungkan mencari informasi terkait vaksin Covid-19. Namun, ia menekankan agar mencari sumber informasi yang valid dan bisa dipercaya.

"Jangan percaya kepada berita-berita hoax yang belakangan banyak beredar. Jika menemukan informasi yang meragukan, sebaiknya hubungi petugas medis atau dinas kesehatan yang ada," pungkasnya.

EUA adalah  otorisasi penggunaan darurat adalah izin yang dikeluarkan untuk penggunaan metode atau produk medis tertentu.

Izin tersebut akan digunakan untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit dalam keadaan darurat seperti Covid-19.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya