Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Pemprov Jabar Siapkan 1.000 Puskesmas Dan 90 RS Untuk Vaksinasi Covid-19

SENIN, 04 JANUARI 2021 | 20:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan, sekitar 1.000 lebih pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di Jabar siap menggelar vaksinasi Covid-19.

Tak hanya itu, sekitar 90 rumah sakit (RS) pemerintah dan swasta pun dipastikan telah siap melakukan vaksinasi serupa.

Kepastian tersebut menyusul distribusi vaksin Covid-19 Sinovac oleh Kementerian Kesehatan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Jabar, pada Minggu (3/1).


"Jabar sudah ada 1.000 lebih puskesmas yang sudah siap dan dilatih, 90-an RS daerah dan swasta yang sudah siap dilatih," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (4/1).

Emil mengatakan, vaksin yang diimpor oleh pemerintah pusat tersebut jumlahnya terbatas dan hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan maupun profesi lainnya sebagai garda terdepan dalam melawan pandemi Covid-19 di Jabar.

"Yang diimpor ini terbatas, mayoritas hanya untuk tenaga medis dan profesi terdepan dalam menghadapi Covid-19," ungkapnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Ia menyebut, vaksin Sinovac yang kini telah hadir di Indonesia terbagi dua. Pertama, yang diimpor pemerintah. Kedua, yang bakal diproduksi oleh PT Biofarma di mana Emil menjadi bagian relawan uji klinisnya.

"Vaksin terbagi dua, yang dibeli langsung diimpor dan yang di Biofarma, saya jadi relawan. Itu masih Maret produksi dan keputusannya," katanya.

Saat ditanyai soal jadwal vaksinasi, Emil mengaku belum mengetahui pasti. Namun, dirinya memprediksi, target vaksinasi dimulai pada pekan ketiga Januari 2021 yang dimulai dengan vaksinasi Presiden Joko Widodo.

"Per hari ini, distribusi sedang berjalan. belum ada laporan sudah selesai atau belum. Tapi, target kalau tidak salah, minggu ketiga bulan Januari, itu penyuntikan pertama oleh presiden," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya