Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Ajaran Marhaenisme Alami Deviasi, Yang Salah Petugas Partai

SENIN, 04 JANUARI 2021 | 16:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ajaran marhaenisme yang dikembangkan oleh Soekarno seolah tengah mengalami penyimpangan. Mirisnya, deviasi justru terjadi di saat negeri ini dipimpin presiden yang berasal dari partai anak Bung Karno.

Begitu tegas Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule saat berbincang dengan redaksi, sesaat lalu, Senin (4/1).

Dia mengurai bahwa pada dasarnya, marhaenisme merupakan ajaran yang menentang keras penindasan manusia atas manusia. Namun kini, praktik-praktik penghisapan terhadap rakyat masih gamblang diperlihatkan.


“Ketidakadilan dan juga demokrasi yang kian mati, menunjukkan deviasi pemikiran marhaenisme itu,” ujarnya.

Iwan Sumule mengingatkan bahwa Bung Karno telah membagi revolusi Indonesia dalam dua tahap, yaitu revolusi nasional demokratis dan revolusi sosialisme.

Di tahapan revolusi nasional atau yang juga dikenal dengan revolusi politik merupakan tahap menjebol. Artinya, untuk mencapai tujuan akhir revolusi, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, bangsa Indonesia harus merebut kekuasaan dari tangan kolonial dan imperialis ke tangan sendiri.

Sementara dalam tahapan revolusi sosial adalah tujuan utama, yang oleh Bung Karno disebut juga tahap membangun. Dijelaskan bahwa tujuan bangsa Indonesia berjuang merebut kemerdekaan dan kekuasaan politik bukan hanya untuk menaikkan bendera Merah Putih, tapi karena menginginkan hidup lebih layak dan sempurna.

Bangsa Indonesia bergerak karena menginginkan perbaikan nasib dalam segala hal. Dan tujuan tersebut hanya dapat dicapai ketika sudah tidak ada lagi kapitalisme dan imperialisme. Karena sistem tersebutlah yang tumbuh subur dan menggerogoti mengambil kekayaan alam, tenaga, dan zat-zatnya bangsa Indonesia.

Namun demikian, Iwan Sumule tidak menyalahkan partai yang menjadi kendaraan pemimpin saat ini. Baginya, partai tentu sudah menjadi kawah candradimuka yang menggodok kader agar bisa menjadi kepanjangan ideologi partai.

Hanya saja, setiap kader tentu memiliki kapasitas yang kadang berbeda dalam memahami tujuan partai dan ajaran Bung Karno.

“Jadi kesalahan bukan pada partai (PDIP), melainkan ‘petugas partai’ tidak paham prinsip-prinsi pemikiran marhaenisme. Bangkitlah!” demikian Iwan Sumule.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya