Berita

Penjual gorengan bersama Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Penjual Gorengan Kena Imbas Perang Dagang

MINGGU, 03 JANUARI 2021 | 12:49 WIB

KENDATI masih masa pandemi Covid-19, kurva laju importasi kedelai dari Amerika tidak pernah menurun. Tetap bertengger tinggi.

Tatkala perang dagang AS-China menghangat, ekspor kedelai ke China berhenti. Kedelai masuk dalam daftar komoditas yang dilarang. Dampaknya, harga kedelai menjadi mudah masuk ke negara lain, termasuk ke Indonesia. Bahkan harga kedelai impor sangat murah hingga di tingkat konsumen Rp 6.500 per kg.

Namun, ketika Amerika mengeluarkan kedelai dalam daftar barang yang dilarang masuk ke China pada akhir Desember 2020, seketika China mengimpor skala besar dari Amerika. Harga pun membumbung tinggi di tingkat internasional.


Dampaknya, harga kedelai di Tanah Air menjadi terdongkrak tinggi. Sementara, produk kedelai lokal sulit bersaing. Selain karena harga kedelai lokal yg tinggi juga kualitasnya masih payah. Bahkan, tidak ada kebijakan afirmatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas kedelai dan memproteksi petani kedelai supaya bisa bersaing di pasar lokal.

Akhirnya, masyarakat sangat bergantung pada impor kedelai. Penjual gorengan yang selama ini mengandalkan tahu dan tempe sebagai komoditas unggulan yang dipasarkan menjadi hilang. Karena ketiadaan barang dan ongkos produksi yang maha tinggi.  

Dampaknya, kenaikan harga kedelai impor berbuntut mogok produksi produsen tahu dan tempe di Jakarta dan Jawa Barat sejak 1 hingga 3 Januari 2021. Merujuk laporan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), memperkirakan lonjakan harga kedelai dipicu meredanya ketegangan antara Amerika dan China.

Selama ini, sebagian besar dari kebutuhan kedelai Indonesia memang dipenuhi dari impor. Para perajin tahu tempe bukannya tidak ingin membeli kedelai lokal. Tapi masalahnya, harganya belum kompetitif.

Sekali lagi, ini tamparan bagi kita semua karena mental produksi yang hilang. Tapi yang paling penting adalah kebijakan afirmatif dan protektif kepada petani kedelai.

Di negara-negara maju kebijakan seperti itu sudah galib terjadi. Sehingga mutu dan harga jual komoditas mereka sangat bersaing dalam perdagangan internasional.

Dampak dari itu semua, sebanyak 5.000 pelaku usaha kecil dan menengah di Jakarta menghentikan proses produksi tahu dan tempe selama tiga hari, pada 1 hingga 3 Januari 2021.

Mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga bahan baku yakni kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram.

Mukhaer Pakkanna

Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya