Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pakar Telematika Desak Jokowi Dan Prabowo Serius Tanggapi Temuan Drone Laut China

MINGGU, 03 JANUARI 2021 | 11:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penemuan drone bawah laut milik China di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada akhir Desember 2020 tidak bisa dianggap remeh.

Pakar telematika, Roy Suryo menilai bahwa kehadiran drone bawah Laut/UUV (Unmanned underwater vehicle) Chinese Sea Wing (Haiyi) tersebut adalah ancaman serius.

Apalagi, Roy Suryo mencatat bahwa drone bawah laut juga sebelumnya pernah melintas di wilayah Indonesia sebanyak dua kali. Pertama di bulan Maret 2019 di Pulau Tenggol, Kepulauan Riau dan di Kepulauan Masalembu pada tahun 2020.


“Ini sudah ancaman serius,” tegasnya kepada redaksi, Minggu (3/1).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Joko Widodo meminta pemerintah, baik itu Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk segera mengeluarkan pernyataan tegas atas dugaan pelanggaran kedaulatan NKRI tersebut.  

Roy Suryo pun mengkritisi akun-akun resmi ketiga pihak tersebut yang tidak tanggap dan responsif soal penemuan drone laut.

“Silakan dibaca sendiri, ada yang sedang bertutur soal rencana Tuhan, menyambut Tahun Baru 2021, mamun ada yang tidak update akunnya semenjak 17 Agustus 2020 lalu,” tutut Roy Suryo.

Mantan politisi Partai Demokrat itu mengakui bahwa secara teknis, drone laut China yang berlabel â€˜Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences’ memang belum termasuk kategori Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) yang sudah dipersenjatai. Hanya saja, dia meminta tetap tegas bertindak.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya