Berita

Front Persatuan Islam/Net

Publika

Front Persatuan Islam, Perubahan Cerdik

SABTU, 02 JANUARI 2021 | 07:19 WIB

SEMBOYAN Divisi Siliwangi yang terkenal adalah "Esa Hilang Dua Terbilang". Artinya jika satu prajurit gugur maka akan datang kelipatan prajurit berjuang.

Peribahasa juga mengenal "Hilang Satu Tumbuh Seribu" dalam agama ada pula "Satu Orang Syahid Muncul Banyak Mujahid".

Front Pembela Islam "syahid" setelah dianiaya habis oleh kezaliman. Kader dibunuh dengan kejam, pemimpin dipenjara, aset hendak disita, akhirnya FPI pun dibubarkan dan dilarang oleh penguasa.


Unjuk kekuatan "memalukan" saat pembacaan SKB pembubaran. Ada Panglima TNI, ada Kapolri, ada Jaksa Agung, ada Kepala BNPT di samping ada Menteri-Menteri. Drama seperti negara gawat.

Pasca pembubaran Pak Gurubesar Intelijen AM Hendropriyono mencak-mencak mengancam kepada pelindung FPI yang entah akan diapakan. Wanti-wantinya "tunggu giliran". Tak jelas targetnya siapa.

Kok, Pak Hendro yang muncul, apakah ini operasi intelijen? Di belahan sana ada kelompok separatis tertawa terbahak-bahak, Papua Merdeka.

FPI santai saja tidak seserius para pembesar negeri yang berada di depan kamera dengan gagah. Meski Markas Besar Petamburan diserang pasukan dan "diobrak-abrik" namun dengan nyaman dideklarasikan pembentukan Front Persatuan Islam.

FPI baru dinyatakan berdiri. Mengingat hak berserikat dan berkumpul itu dilindungi Konstitusi maka Pak Mahfud yang memimpin pembubaran dan pelarangan menjadi pusing sendiri.

Akhirnya Pak Menko pun menyambut berdirinya FPI ini dengan membolehkan dan membenarkan meskipun mungkin dengan "garuk-garuk kepala".

Pembubaran dan pelarangan "dahsyat" kemarin ternyata tak ada apa-apanya. Selamat datang Front Persatuan Islam (FPI). Tewasnya 6 syuhada tetap harus diusut karena mereka adalah martir perubahan.

Front Persatuan Islam dapat menjadi lebih besar dari Front Pembela Islam. Ini analog dengan bahasa Pak Mahfud "pelanggaran HAM itu berbeda dengan pelanggaran HAM" nah kini juga sama "FPI itu berbeda dengan FPI". Bedanya FPI akan lebih mendapat dukungan umat, masyarakat, dan rakyat.

Front Persatuan Islam mungkin terdiri dua komponen support. Pertama seluruh anggota Front Pembela Islam yang otomatis akan menjadi anggota Front Persatuan Islam. Kedua, simpatisan atau umat Islam yang menyatukan diri dengan Front Persatuan Islam.

FPI bisa saja tidak sekedar ganti nama tetapi juga struktur dan platform. Logo pun dipastikan berubah.

Selamat datang era baru perjuangan Islam, selamat datang penguatan kekuatan untuk melawan kezaliman. Saatnya bersatu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Matahari selalu menyinari jalan menuju kemenangan.

Esa hilang dua terbilang. Hilang satu tumbuh seribu. Satu orang Syahid muncul banyak Mujahid.

"Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innallaha lama'al muhsinin" (QS Al Ankabut 69).

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan keagamaan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya