Berita

Vaksin Sinopharm/Net

Kesehatan

Meski Diragukan Sejumlah Pakar Kesehatan, Vaksin-vaksin Dari China Justru Diminati Banyak Negara

SABTU, 02 JANUARI 2021 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keunggulan China dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin virus corona sudah dibuktikan dengan menjadi negara yang memiliki kandidat terbanyak dalam tahap uji coba akhir awal tahun ini. Salah satunya adalah, vaksin Sinopharm.

Vaksin Sinopharm adalah vaksin pertama yang disetujui pihak regulator China.

Pihak regulator China telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinopharm ini, menyusul pengumuman bahwa  efektivitas vaksin tersebut bisa mencapai 79,34 persen sebagaimana tertera pada analisis sementara uji klinis fase tiga.


Namun, sejumlah pakar skeptis dengan data tersebut. Bahkan, salah satu ahli mengatakan dirinya bakal kaget jika ada negara Barat yang mengizinkan penggunaan vaksin China.

Deputi Komisioner Lembaga Produk Medis Nasional, Chen Sifei, mengatakan pihaknya telah memberikan "izin secara bersyarat" pada vaksin Sinopharm, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
China sendiri saat ini sedang melakukan uji klinis tahap akhir terhadap vaksin dari Sinovac Biotech, China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), CanSinoBIO, dan Chinese Academy of Sciences.

Namun, tak satu pun dari mereka yang merilis data khasiat terperinci.
Izin dalam kategori itu membantu obat darurat digunakan secara massal ketika uji klinis belum memenuhi standar, tetapi terindikasi berfungsi ampuh.

"Keuntungan yang diketahui dari vaksin baru virus corona Sinopharm lebih besar dari risiko yang diketahui dan yang berpotensi menjadi risiko," kata Chen.

Pemberian izin ini juga memberikan wewenang kepada pemerintah untuk memperluas vaksinasi kepada kelompok berisiko tinggi, mereka yang rentan mengalami infeksi virus nan parah dan para lansia.

Zeng Yixin, Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, China menghadapi tantangan untuk menyediakan vaksin bagi populasinya yang mencapai lebih dari 1,3 miliar jiwa.

"Secara umum, kami harus memvaksinasi 60 persen sampai 70 persen untuk menciptakan perlindungan universal," tambah Zeng.

Beijing Biological Products Institute Co  menyatakan bahwa vaksin Sinopharm aman dan orang yang mendapat dua dosis bakal memproduksi antibodi dalam taraf tinggi.

Meskipun China lebih lambat dari beberapa negara lain dalam menyetujui vaksin Covid-19, mereka telah menginokulasi warganya selama berbulan-bulan dengan tiga suntikan berbeda yang menjalani uji coba tahap akhir.

China meluncurkan program penggunaan darurat pada bulan Juli yang ditujukan untuk pekerja penting dan lainnya yang berisiko tinggi terinfeksi dan telah memberikan lebih dari 4,5 juta dosis dua vaksin Sinopharm dan CoronaVac Sinovac.

Ini telah meningkatkan program selama sebulan terakhir untuk mengantisipasi risiko transmisi yang lebih besar selama musim dingin.

Surat kabar South China Morning Post melaporkan bahwa China akan memvaksinasi sebanyak 50 juta orang sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari.

Lalu, siapa sajakah yang telah membeli vaksin buatan China?

Uni Emirat Arab menjadi negara pertama yang meluncurkan vaksin China ke publik pada Desember 2020.  Sementara Pakistan mengumumkan kesepakatan pembelian 1,2 juta dosis dengan Sinopharm pada Kamis (31/12) waktu setempat.

Tembakan CoronaVac Sinovac telah ditandatangani oleh Brasil, Indonesia, Turki, Chili, dan Singapura. Perusahaan juga sedang dalam pembicaraan pasokan dengan Malaysia dan Filipina.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya