Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Tahun 2020, Tahun Terburuk Dalam Enam Tahun Pemerintahan Jokowi

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 16:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tahun 2020 merupakan tahun paling buruk dari enam tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Begitu yang disampaikan oleh pakar politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira yang membeberkan beberapa hal yang mengapa tahun 2020 menjadi tahun paling buruk.

Satu faktor besar menjadi paling buruk selama memimpin Indonesia karena pandemi Covid-19. Meskipun, pandemi menjadi faktor penentu dan faktor pembeda dari tahun sebelumnya.


"Tapi di sisi lain manajemen terhadap pandemi ini menjadi bukti atau menjadi satu hal yang membuat kita semua tersadar bahwa manajemen krisis pemerintahan Jokowi ini tidak baik," ujar Geradi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/1).

Manajemen buruk tersebut seperti angka orang yang terpapar Covid-19 tidak pernah turun, soal fasilitas kesehatan yang buruk hingga persoalan imigrasi yang menunjukkan bahwa manajemen pemerintahan Jokowi tidak baik dalam menangani Covid-19.

Selain soal Covid-19, kata Geradi, juga ada soal kebebasan berpendapat dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Saya pikir banyak pembungkaman di sini di 2020 ini banyak represif dari mulai kampus, kemudian juga aktivis, jadi banyak hal yang harus menjadi catatan bersama dan menjadi perhatian bersama untuk semuanya menjadi pengawas kita semua, masyarakat menjadi pengawas dalam pemerintahan Jokowi ini," terangnya.

Apalagi sambung Geradi, di detik-detik berakhirnya 2020 juga terlihat adanya dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Bulan Desember ini terdapat sebuah dugaan pelanggaran HAM oleh Polisi yang sama sekali tidak bisa diterima untuk kita semua yang sama-sama dulunya juga mengutuk kebiadaban Polisi di Amerika," kata Geradi.

Seharusnya, masih kata Geradi, masyarakat semuanya juga harus mengutuk terhadap apa yang terjadi terhadap enam orang laskar pengawal Habib Rizieq Shihab yang hilang nyawanya karena diduga pelanggaran HAM.

"Kita terus mendorong supaya ini semua diperlihatkan dengan jelas dengan pengawasan semua pihak, semua masyarakat dan supaya hasilnya lebih terang benderang," pungkas Geradi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya